Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendorong Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) sebagai sarana memperkuat harmoni sosial, meningkatkan pemahaman nilai-nilai Al Quran, serta menumbuhkan toleransi di tengah keberagaman masyarakat kota.
Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis di Kupang, Sabtu, mengatakan MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al Quran, melainkan ruang pembelajaran untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
“MTQ bukan hanya tentang siapa yang terbaik dalam membaca. Lebih dari itu, ini adalah ruang untuk menumbuhkan kecintaan kita kepada Al Quran, agar nilai-nilainya benar-benar hidup dalam sikap dan tindakan kita,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa di tengah dinamika Kota Kupang yang terus berkembang, kegiatan keagamaan seperti MTQ memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial.
Menurutnya, iman yang kuat harus berjalan seiring dengan sikap saling menghargai dan hidup damai dalam keberagaman.
“Perbedaan bukan alasan untuk menjauh, tetapi kesempatan untuk saling memahami dan menghargai. Inilah wajah Kota Kupang yang kita banggakan, kota yang rukun, damai, dan penuh toleransi,” tambahnya.
Serena turut menyampaikan apresiasi kepada umat Muslim yang selama ini terus menjaga suasana damai dan harmonis di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada panitia, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), para alim ulama, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia memberikan semangat kepada para peserta agar menjadikan MTQ sebagai momentum untuk mengasah kemampuan sekaligus memperkuat persaudaraan.
“Bertandinglah dengan semangat, tetapi tetap menjunjung tinggi persaudaraan. Jadikan pengalaman ini bukan hanya untuk meraih prestasi, tetapi juga untuk membawa kebaikan bagi masyarakat,” pesannya.
Ia juga menyampaikan harapan agar Kota Kupang dapat meraih hasil terbaik pada MTQ tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2026 mendatang, setelah sebelumnya berhasil meraih posisi juara kedua.
Sementara itu, Ketua Panitia MTQ Tingkat Kota Kupang Tahun 2026 Rahmat Mukolang menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan pengamalan Al Quran di tengah masyarakat.
“Tujuan utama MTQ ini adalah meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al Quran, memperdalam pemahaman keagamaan, serta menyiapkan peserta terbaik untuk mewakili Kota Kupang pada MTQ tingkat provinsi,” jelasnya.
Adapun MTQ ke-31 diikuti sebanyak 165 peserta dari enam kecamatan di Kota Kupang.
Para peserta akan berkompetisi dalam enam cabang lomba dengan total 25 mata lomba, meliputi Tilawatil Quran, Hifzhil Quran, Fahmil Quran, Syarhil Quran, Hadrah, dan Tafsir Al Quran.
Rahmat juga menyampaikan bahwa kegiatan ini didukung oleh APBD Kota Kupang Tahun Anggaran 2026 serta kontribusi dari berbagai pihak.
Ia berharap MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan membumikan nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan masyarakat.