Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, menggandeng kelompok kaum muda untuk berkolaborasi melestarikan mangrove pesisir melalui kegiatan penanaman bakau dan aksi bersih lingkungan di kawasan Pantai Mangrove Oesapa Barat.
“Saya senang sekali karena hari ini banyak anak muda yang hadir bukan hanya untuk mendengar teori, tetapi langsung turun melakukan aksi. Ini yang kita butuhkan. Anak-anak muda yang tidak hanya berbicara tentang perubahan, tetapi ikut menciptakan perubahan itu sendiri,” kata Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis dalam keterangannya di Kupang, Minggu.
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan “Youth in Action: Bumi Bersih, Rupiah Bermakna, untuk Kupang Lebih NAMAS” yang diselenggarakan oleh Yayasan Cita Masyarakat Madani bersama Indonesian Youth Advisory Kupang dan Bank Indonesia di kawasan Pantai Mangrove Oesapa Barat.
Kegiatan tersebut melibatkan puluhan anak muda, komunitas lokal, pelajar, guru, dan pegiat lingkungan dalam berbagai aksi nyata, mulai dari pembersihan lingkungan, penanaman anakan mangrove, hingga edukasi tentang kepedulian lingkungan dan literasi keuangan.
Dalam kesempatan itu, Serena secara khusus mengapresiasi keterlibatan para siswa sekolah dasar yang datang sejak pagi untuk mengikuti kegiatan.
Ia menilai pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan harus ditanamkan sejak usia dini melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita membangun budaya peduli lingkungan dari hal-hal kecil. Kalau kita terbiasa menjaga kebersihan sejak sekarang, maka ketika dewasa nanti kita akan menjadi generasi yang memiliki kesadaran untuk menjaga kota ini bersama-sama,” ujarnya.
Serena juga mengingatkan isu lingkungan bukan lagi persoalan masa depan, tetapi telah dirasakan masyarakat saat ini.
Menurut dia, kolaborasi lintas sektor seperti kegiatan tersebut menjadi contoh baik bagaimana pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, dan lembaga lainnya dapat bekerja bersama menghadapi berbagai tantangan sosial dan lingkungan.
Ia menegaskan, Pemkot Kupang sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan komunitas anak muda dalam berbagai program pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan lingkungan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan karakter generasi muda.
Sementara itu, penanggung jawab kegiatan sekaligus perwakilan Yayasan Cita Masyarakat Madani Sapris Takain menyampaikan kegiatan tersebut lahir dari kepedulian bersama terhadap kondisi lingkungan dan pentingnya membangun kesadaran generasi muda sebagai agen perubahan.
Menurutnya, melalui aksi penanaman mangrove, pembersihan lingkungan, dan berbagai kegiatan edukatif lainnya, diharapkan tumbuh budaya peduli lingkungan sejak usia dini sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi antar komunitas di Kota Kupang.
Sementara itu, Presidium Indonesian Youth Advisory Kupang Amandus Kofi menjelaskan kegiatan tersebut menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai komunitas dan anak muda yang bergerak di berbagai isu sosial agar dapat saling mengenal, berkolaborasi, dan bersama-sama memberikan kontribusi bagi Kota Kupang.
“Melalui semangat Youth in Action, para peserta tidak hanya diajak memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga didorong untuk menjadi generasi yang aktif, peduli, dan berani mengambil peran dalam menciptakan perubahan positif bagi Kota Kupang,” ujarnya.