
Wawali Kupang mengajak hidupkan semangat Boedi Oetomo di era digital

Kupang, NTT (ANTARA) - Wakil Wali (Wawali) Kota Kupang Serena Francis mengajak masyarakat menghidupkan kembali semangat Boedi Oetomo di era digital guna memperkuat karakter generasi muda dan menghadapi tantangan transformasi teknologi.
“Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda, untuk kembali menyalakan api Boedi Oetomo dalam setiap lini kehidupan,” kata dia saat memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 di Kupang, NTT, Rabu.
Ia mengajak seluruh peserta upacara untuk merefleksikan kembali berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908 sebagai fajar kesadaran berbangsa.
“Sejarah mencatat bahwa peristiwa tersebut adalah ‘fajar menyingsing’ bagi kesadaran berbangsa. Kaum terpelajar pribumi mulai mengkonsolidasikan kekuatan melalui pemikiran dan organisasi, melampaui sekat-sekat kedaerahan,” ujarnya.
Ia menyebut tema Harkitnas 2026 “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” sangat selaras dengan upaya melindungi generasi muda sebagai tunas bangsa agar tumbuh berkarakter dan bijak dalam menggunakan teknologi.
Ia juga menyerukan pentingnya menjaga tunas bangsa di era digital seiring pergeseran tantangan menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital pada 2026.
Pada kesempatan itu, Serena turut mengaitkan momentum Harkitnas dengan perjalanan sejarah Kota Kupang yang baru saja merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-140 sekaligus hari jadi ke-30 sebagai daerah otonom, dengan mengusung tema “Harmoni dalam Keberagaman”.
“Kota ini dibangun oleh banyak perbedaan: suku, agama, budaya, bahasa, dan latar belakang. Namun dari perbedaan itu, kita belajar bahwa kebangkitan tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari kemampuan untuk berjalan bersama dalam semangat persaudaraan,” ujarnya
Serena mengajak seluruh warga Kupang untuk terus menjadikan kota ini sebagai rumah bersama yang bertumbuh dalam harmoni, saling menopang, dan bergerak maju dengan semangat gotong royong.
“Kebangkitan hari ini bukan lagi tentang mengangkat bambu runcing, melainkan mengangkat kualitas manusia. Bukan lagi melawan penjajahan fisik, melainkan melawan kemalasan, perpecahan, ketidakpedulian, dan ketertinggalan,” ujarnya.
Untuk itu, ia mendorong seluruh elemen masyarakat agar terus memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, serta memastikan setiap langkah pembangunan di Kota Kupang berorientasi pada kemajuan bersama.
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
