Logo Header Antaranews Kupang

Wali Kota Kupang: Jadikan Pancasila fondasi harmoni keberagaman

Selasa, 2 Juni 2026 07:50 WIB
Image Print
Wali Kota Kupang Christian Widodo saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kantor Wali Kota Kupang, Senin (1/6/2026). (ANTARA/HO-Pemkot Kupang)

Kupang, NTT (ANTARA) - Wali Kota Kupang Christian Widodo mengatakan Pancasila harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai fondasi dalam menjaga harmoni keberagaman dan memperkuat persatuan masyarakat, khususnya di ibu kota Nusa Tenggara Timur itu.

“Pancasila adalah sumbangan terbaik masyarakat Nusa Tenggara Timur kepada Indonesia. Karena itu, Pancasila tidak boleh hanya dihafal atau diucapkan saat upacara, tetapi harus hidup dalam tindakan dan perilaku kita sehari-hari,” katanya di Kupang, Senin.

Menurut dia, Pancasila memiliki kedekatan historis dengan NTT karena lahir dari perenungan Bung Karno sewaktu di Ende.

Oleh karena itu, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila perlu terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia menegaskan bahwa fondasi utama yang menjaga harmoni tersebut adalah Pancasila.

“Di Kota Kupang, keberagaman bukan menjadi penghalang, tetapi menjadi kekuatan. Keberagaman bukan menjadi jarak pemisah, tetapi menjadi jembatan. Dan kita semua selalu bisa hidup dalam sebuah harmoni,” ujarnya.

Ia mengibaratkan Kota Kupang seperti kain tenun yang tersusun dari berbagai warna, motif, dan pola yang berbeda, namun menghasilkan keindahan ketika dirangkai secara proporsional.

Christian menyebut apabila nilai-nilai Pancasila terus hidup di hati masyarakat, maka Indonesia akan tetap kuat, dan Kota Kupang akan terus menjadi rumah yang nyaman, aman, damai, serta penuh harapan bagi semua orang.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mensyukuri perjalanan panjang Kota Kupang yang baru saja memperingati usia ke-140 tahun dan 30 tahun sebagai daerah otonom.

Menurut dia, makna otonomi daerah bukan sekadar soal kewenangan pemerintahan, tetapi bagaimana menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.

Ia meminta seluruh perangkat daerah untuk mempercepat tindak lanjut berbagai surat dan aspirasi masyarakat yang telah didisposisikan agar pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif dan responsif.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, ASN, TNI, Polri, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menjaga keamanan, ketertiban, dan pembangunan Kota Kupang hingga saat ini.

Christian juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya persoalan ekonomi maupun pembangunan fisik, tetapi upaya menjaga semangat toleransi, persaudaraan, dan ruang sosial yang damai, terutama bagi generasi muda.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan memperkuat persatuan.

“Mari kita buktikan bahwa keberagaman di Kota Kupang bukan alasan untuk terpisah, tetapi alasan untuk semakin kuat sebagai satu keluarga besar. Persatuan bukan berarti menjadi sama, tetapi mampu berjalan bersama meski berbeda,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026