Kupang (Antara NTT) - General Manager PT Pelindo III Kupang Boy Rubyanto mengatakan Pelabuhan Tenau Kupang akan segera naik status menjadi Terminal Peti Kemas (TPK).
"Kita sedang urus agar segera diluncurkan ke Perhubungan Laut untuk peningkatan status kegiatan kontainerisasi di Tenau menjadi TPK," kata Boy Tubyanto saat dihubungi Antara di Kupang, Senin.
Menurutnya, jika status pelabuhan di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu menjadi TPK maka akan meningkatkan mutu dan aktivitas bongkar muat menjadi lebih tertata.
"Nantinya ada penataan untuk kapal-kapal yang masuk itu benar-benar kapal tidak memakai "container crane" atau portainer sendiri," katanya.
Dia mengatakan, selama ini Pelindo masih menerima kapal-kapal kombo artinya yang mempunyai "ship crane" sendiri sehingga bisa dilayani dengan container crane atau portainer (kran yang digunakan untuk membongkar atau memuat peti kemas) dari Pelindo atau pihak kapal kombo dengan "ship crane" sendiri.
Dengan begitu, katanya, ketika pelabuhan tersebut masih menerima kapal-kapal kombo maka kecepatan bongkar muat sangat tergantung dari mereka.
"Kalau itu menggunakan "container crane" Pelindo maka otomatis kan kecepatan bongkar muat akan menjadi lebih cepat," katanya.
"Otomatis kapal-kapal kombo tidak berlama-lama di pelabuhan, jadi kecepatan bongkar muat dari sebelumnya lima hari bisa menjadi 3 atau 4 hari saja," katanya pula.
Dia mengatakan, secara fasilitas pihaknya masih melakukan persiapan seperti melakukan audit untuk memenuhi syarat peningkatan status menjadi TPK.
Selanjutnya, katanya, pihak Perhubungan Laut akan memeriksa kondisi di lapangan kemudian diputuskan untuk peningkatan statusnya.
Menurut Boy, peningkatan status tersebut penting karena Pelabuhan Tenau merupakan salah satu dari 24 pelabuhan di Indonesia yang telah dicanangkan oleh Presiden Jokowi menjadi sentra poros maritim dunia.
Selain upaya peningkatan status, lanjutnya, saat ini Pelindo sementara melakukan perluasan lapangan kontainer seluas 1,5 hektare untuk mendukung daya tampung kontainer dari yang ada saat ini seluas 2 hektare.
Menurutnya, pada tahun 2016 volume peti kemas di Pelabuhan Tenau mencapai 100.000 TEUs per tahun, sementara kondisi lapangan yang ada hanya bisa menampung 120.000 TEUs per tahun.
Pelindo tengah melakukan perbaikan kapasitas dan kualitas pelabuhan untuk mendukung aktivtias bongkar muat untuk mempercepat lajuh pertumbuhan ekonomi di daerah.
"Kita berharap tahun depan kapasitas Pelabuhan Tenau bisa menampung 250.000 TEUs sehingga kita lebih siap menjadi bagian dari poros maritim dunia," katanya.
"Kita sedang urus agar segera diluncurkan ke Perhubungan Laut untuk peningkatan status kegiatan kontainerisasi di Tenau menjadi TPK," kata Boy Tubyanto saat dihubungi Antara di Kupang, Senin.
Menurutnya, jika status pelabuhan di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu menjadi TPK maka akan meningkatkan mutu dan aktivitas bongkar muat menjadi lebih tertata.
"Nantinya ada penataan untuk kapal-kapal yang masuk itu benar-benar kapal tidak memakai "container crane" atau portainer sendiri," katanya.
Dia mengatakan, selama ini Pelindo masih menerima kapal-kapal kombo artinya yang mempunyai "ship crane" sendiri sehingga bisa dilayani dengan container crane atau portainer (kran yang digunakan untuk membongkar atau memuat peti kemas) dari Pelindo atau pihak kapal kombo dengan "ship crane" sendiri.
Dengan begitu, katanya, ketika pelabuhan tersebut masih menerima kapal-kapal kombo maka kecepatan bongkar muat sangat tergantung dari mereka.
"Kalau itu menggunakan "container crane" Pelindo maka otomatis kan kecepatan bongkar muat akan menjadi lebih cepat," katanya.
"Otomatis kapal-kapal kombo tidak berlama-lama di pelabuhan, jadi kecepatan bongkar muat dari sebelumnya lima hari bisa menjadi 3 atau 4 hari saja," katanya pula.
Dia mengatakan, secara fasilitas pihaknya masih melakukan persiapan seperti melakukan audit untuk memenuhi syarat peningkatan status menjadi TPK.
Selanjutnya, katanya, pihak Perhubungan Laut akan memeriksa kondisi di lapangan kemudian diputuskan untuk peningkatan statusnya.
Menurut Boy, peningkatan status tersebut penting karena Pelabuhan Tenau merupakan salah satu dari 24 pelabuhan di Indonesia yang telah dicanangkan oleh Presiden Jokowi menjadi sentra poros maritim dunia.
Selain upaya peningkatan status, lanjutnya, saat ini Pelindo sementara melakukan perluasan lapangan kontainer seluas 1,5 hektare untuk mendukung daya tampung kontainer dari yang ada saat ini seluas 2 hektare.
Menurutnya, pada tahun 2016 volume peti kemas di Pelabuhan Tenau mencapai 100.000 TEUs per tahun, sementara kondisi lapangan yang ada hanya bisa menampung 120.000 TEUs per tahun.
Pelindo tengah melakukan perbaikan kapasitas dan kualitas pelabuhan untuk mendukung aktivtias bongkar muat untuk mempercepat lajuh pertumbuhan ekonomi di daerah.
"Kita berharap tahun depan kapasitas Pelabuhan Tenau bisa menampung 250.000 TEUs sehingga kita lebih siap menjadi bagian dari poros maritim dunia," katanya.