Plan Bangun Sekolah Aman di Pedalaman
Selasa, 21 Maret 2017 16:36 WIB
General Director Plan Internasional Korea Byunghak Kim (kanan) dan Assistant Country Director Korea Internasional Cooperation Agency (Koica) Sowi Kim (kiri) membuka prasasti peresmian sekolah aman di Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten TTS, NTT, Sela
SoE, NTT (Antara NTT) - Plan International Indonesia dengan dukungan dana dari Plan Korea Nasional Office, Mirae Asset Daewoo dan Korea Internasional Coorporation Agensi (KOICA) membangun lima sekolah dasar (SD) aman di daerah pedalaman di Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT.
"Ini merupakan tahun kedua kami melakukan kegiatan kemanusiaan dengan membangun sekolah aman bagi para pelajar SD di Kabupaten Timor Tengah Selatan," kata Pelaksana Tugas Program Strategi Manager Plan Internasional Indonesia Nugroho Inderawarman kepada wartawan di Desa Billa, Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan, sekitar 200 km timur Kota Kupang, Selasa.
Hal ini disampaikannya usai dilaksanakannya acara peresmian sekolah aman di desa Billa, yang dihadiri oleh General Director Plan Internasional Korea Byunghak Kim.
Ia menjelaskan, proyek sekolah aman merupakan bagian dari program pengurangan risiko bencana milik Plan International Indonesia.
"Proyek sekolah aman bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap lingkungan belajar sekolah yang aman melalui peningkatan kapasitas masyarakat terkait dengan pengurangan risiko bencana," tuturnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, program sekolah aman ini juga sesuai dengan program yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia sesuai dengan peraturan kementerian No.70 Tahun 2010 serta peraturan Kepala BNPB No.4 Tahun 2012 yang semuanya berkaitan dengan sekolah aman.
Ia mengatakan untuk program tahun kedua tersebut sudah ada lima sekolah di Kecamatan Amanuban Timur dan di Kecamatan Kaie, Kabupaten Timor Tengah Selatan yang telah dibangun.
Kelima sekolah tersebut adalah SD Inpres Oenai, SD Gmit Belle, dan SD Negeri Tesiayofanu di Kecamatan Kaie, sementara SD Inpres Billa, SD Gmit Pisan berada di Kecamatan Amanuban Timur.
Sementara untuk tahun 2016 ada lima sekolah juga yang dibangun yakni di Kecamatan Molo Selatan, Faut Mollo dan Amanuban Timur.
Acting Program Area Manager Plan International Indonesia Program Area Timor, Ida Adu mengatakan peresmian bangunan sekolah aman di SD Inpres Billa pada Selasa (21/3) adalah pertanda bahwa pemerintah, masyarakat dan terutama pelajar SD yang merupakan warga sekolah ini, benar-benar mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman terutama lebih jauh mampu mengetahui cara-cara menghadapi bencana ketika terjadi.
"Pelaksanaan pembangunan dan peresmian ini berkat campur tangan pemerintah daerah juga, sehingga hal ini bisa terlaksana. Lagi pula ini demi keamanan belajar dari para siswa," tuturnya.
Ia pun berharap dengan adanya bangunan sekolah aman dengan warga sekolah yang sudah paham mengenai pengurangan risiko bencana dapat menyebarkan pengetahuan-pengetahuan ini kepada teman-teman di sekolah lain atau pun di lingkungan sekitarnya agar dampak program ini semakin meluas.
"Ini merupakan tahun kedua kami melakukan kegiatan kemanusiaan dengan membangun sekolah aman bagi para pelajar SD di Kabupaten Timor Tengah Selatan," kata Pelaksana Tugas Program Strategi Manager Plan Internasional Indonesia Nugroho Inderawarman kepada wartawan di Desa Billa, Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan, sekitar 200 km timur Kota Kupang, Selasa.
Hal ini disampaikannya usai dilaksanakannya acara peresmian sekolah aman di desa Billa, yang dihadiri oleh General Director Plan Internasional Korea Byunghak Kim.
Ia menjelaskan, proyek sekolah aman merupakan bagian dari program pengurangan risiko bencana milik Plan International Indonesia.
"Proyek sekolah aman bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap lingkungan belajar sekolah yang aman melalui peningkatan kapasitas masyarakat terkait dengan pengurangan risiko bencana," tuturnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, program sekolah aman ini juga sesuai dengan program yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia sesuai dengan peraturan kementerian No.70 Tahun 2010 serta peraturan Kepala BNPB No.4 Tahun 2012 yang semuanya berkaitan dengan sekolah aman.
Ia mengatakan untuk program tahun kedua tersebut sudah ada lima sekolah di Kecamatan Amanuban Timur dan di Kecamatan Kaie, Kabupaten Timor Tengah Selatan yang telah dibangun.
Kelima sekolah tersebut adalah SD Inpres Oenai, SD Gmit Belle, dan SD Negeri Tesiayofanu di Kecamatan Kaie, sementara SD Inpres Billa, SD Gmit Pisan berada di Kecamatan Amanuban Timur.
Sementara untuk tahun 2016 ada lima sekolah juga yang dibangun yakni di Kecamatan Molo Selatan, Faut Mollo dan Amanuban Timur.
Acting Program Area Manager Plan International Indonesia Program Area Timor, Ida Adu mengatakan peresmian bangunan sekolah aman di SD Inpres Billa pada Selasa (21/3) adalah pertanda bahwa pemerintah, masyarakat dan terutama pelajar SD yang merupakan warga sekolah ini, benar-benar mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman terutama lebih jauh mampu mengetahui cara-cara menghadapi bencana ketika terjadi.
"Pelaksanaan pembangunan dan peresmian ini berkat campur tangan pemerintah daerah juga, sehingga hal ini bisa terlaksana. Lagi pula ini demi keamanan belajar dari para siswa," tuturnya.
Ia pun berharap dengan adanya bangunan sekolah aman dengan warga sekolah yang sudah paham mengenai pengurangan risiko bencana dapat menyebarkan pengetahuan-pengetahuan ini kepada teman-teman di sekolah lain atau pun di lingkungan sekitarnya agar dampak program ini semakin meluas.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Kornelis Aloysius Ileama Kaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab TTS nilai panen holtikultura hasil petani muda binaan Plan bisa mendukung MBG
24 July 2025 7:40 WIB, 2025
Pemkab Manggarai sebut infrastruktur air bersih Plan bantu warga sekitar
03 August 2024 6:40 WIB, 2024
Plan Indonesia beri sosialisasi internet sehat dan stop bullying di Lembata
24 April 2024 17:45 WIB, 2024
Plan Indonesia luncurkan program Desa Early Childhood Development di Manggarai
21 March 2024 15:25 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
ANTARA melatih mahasiswa UKM Pers teknik penulisan standar kantor berita
04 September 2026 20:02 WIB