Plan Indonesia beri sosialisasi internet sehat dan stop bullying di Lembata

id plan indonesia,lembata,ntt

Plan Indonesia beri sosialisasi internet sehat dan stop bullying di Lembata

Manager Area Implementasi Program Plan Internasional Indonesia Wilayah Lembata Erlina Dangu dalam kegiatan sosialisasi tentang internet sehat dan stop bullying di Lewoleba, Lembata, NTT, Rabu (24/4/2024). (ANTARA/HO-Plan Indonesia)

Sasaran program ini 25 remaja SC yang tinggal di wilayah Kota Lewoleba dan dikemas menggunakan metode diskusi kelompok sebaya...
Lewoleba (ANTARA) - Plan Indonesia memberikan sosialisasi tentang internet sehat dan stop bullying (perundungan) dengan metode diskusi kelompok sebaya sebagai bentuk penguatan Sponsorship Children (SC) di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Sasaran program ini 25 remaja SC yang tinggal di wilayah Kota Lewoleba dan dikemas menggunakan metode diskusi kelompok sebaya," kata Manager Area Implementasi Program Plan Internasional Indonesia Wilayah Lembata Erlina Dangu di Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata, Rabu, (24/3/2024).

Ia menjelaskan perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang semakin pesat dapat memberikan banyak dampak positif maupun negatif bagi para pengguna media sosial khususnya para remaja.

Kasus perundungan yang dialami oleh remaja dapat berdampak pada gangguan psikologis, depresi, serta bunuh diri.

Atas dasar itu, Program Implementasi Area Lembata menyelenggarakan sosialisasi tentang penggunaan internet sehat dan dampak buruk dari perundungan sebagai salah satu upaya peningkatan kapasitas untuk remaja SC.

Lewat kegiatan itu, ia berharap para remaja dengan latar belakang pendidikan SMP dan SMA itu dapat memahami etika berinternet.

Selain itu, mereka juga dapat memahami dampak dari perundungan bagi pelaku dan korban, serta melakukan berbagai upaya untuk mengurangi kasus perundungan di Lembata.

"Jadi yang menjadi fasilitator sebaya bagi teman-teman remaja lainnya tentang penggunaan internet secara sehat dan aman serta dampak bullying adalah remaja SC," ucapnya.

Pelajar SMAN 1 Nubatukan bernama Yuventa (18) sangat bersyukur dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh Plan Indonesia.

Menurutnya para remaja gampang terpengaruh dengan dampak buruk dari internet, khususnya dalam penggunaan media sosial.

Salah satu dampak buruk yang ia alami yakni menghabiskan waktu delapan jam hanya untuk berselancar di sosial media dan menjadi tidak fokus keesokan harinya.

"Kegiatan ini sangat penting apalagi dilibatkan anak-anak muda dari berbagai kecamatan yang berbeda," ungkap dia.

Yuventa optimis para remaja yang terlibat dalam kegiatan itu bisa meneruskan informasi tersebut ke lingkungan sekitar mereka.

Baca juga: Plan Indonesia luncurkan program Desa Early Childhood Development di Manggarai

Baca juga: Disdik Nagekeo sebut program Sekolah Enuma tingkatkan literasi


Tak hanya itu, ia pun berkomitmen membuat suatu kampanye dan sosialisasi yang berkaitan stop perundungan dan sosialisasi internet sehat.

Baca juga: Plan Indonesia distribusi tas siaga bencana bagi 502 KK di Lembata

"Jadi informasi ini tidak hanya berguna bagi kami, tapi juga bagi teman-teman lain," katanya dengan tegas.