Kupang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengimbau pemerintah kabupaten untuk mewaspadai bencana alam akibat pergeseran tanah selama musim hujan.

"Kami sudah menyampaikan kepada daerah, tentang lokasi-lokasi yang berpotensi terjadi pergeseran tanah, sekaligus mengimbau kepada daerah yang memiliki tim reaksi cepat untuk waspada," kata Kepala BPBD NTT, Thomas Bangke, di Kupang, Kamis (9/1).

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan adanya laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tentang wilayah yang berpotensi terjadi pergeseran tanah di NTT.

Dalam laporan itu, PVMBG menyebutkan bahwa potensi gerakan tanah dengan skala menengah hingga menengah-tinggi, berpotensi terjadi di semua kabupaten/kota di provinsi berbasis kepulauan itu.
Baca juga: NTT rentan terhadap bencana gempa bumi
Baca juga: BPBD terus memantau dampak kekeringan di TTS

Wilayah-wilayah dengan potensi gerakan tanah menengah-tinggi paling banyak terdapat di Kabupaten Kupang yakni sebanyak 17 kecamatan, disusul Manggarai sembilan kecamatan serta Manggarai Barat delapan kecamatan.

Dia menjelaskan, potensi menengah adalah daerah yang mempunyai potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah.

Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

Sedangkan potensi tinggi adalah daerah yang mempunyai potensi tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

Artinya, jika durasi hujan tinggi, maka dapat berpotensi terjadinya tanah longsor, sehingga perlu diwaspadai, katanya.



 

Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Kornelis Aloysius Ileama Kaha
Copyright © ANTARA 2024