Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur mengajak seluruh masyarakat setempat untuk ikut menyukseskan Sensus Penduduk (SP) nasional yang mulai dilaksanakan pada 15 Februari 2020 dengan memberikan data yang akurat dan obyektif.

Demikian dikatakan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT, Marius Ardu Jelamu kepada wartawan di Kupang, Rabu, (5/2), terkait dukungan Pemprov NTT terhadap kegiatan SP pada 2020.

"Pemerintah NTT mendukung penuh terhadap kegiatan sensus penduduk ini. Sensus penduduk nasional yang dilakukan tahun 2020 untuk mengetahui secara riil dan obyektif tentang jumlah penduduk dan ekonomi masyarakat NTT. Sensus penduduk ini sangat penting sehingga dibutuhkan partisipasi semua masyarakat untuk memberikan informasi yang jelas dan akurat," kata Marius Ardu Jelamu.

Dia mengatakan, peran serta masyarakat dalam kegiatan SP nasional ini sangat penting karena hasilnya untuk kepentingan masyarakat dalam mendesain kegiatan pembangunan di NTT.

Pemerintah Provinsi NTT, kata dia, telah mendorong pemerintah kabupaten/kota setempat untuk memberikan berbagai informasi kepada masyarakat di daerah tentang SP yang dilakukan pada 2020.

Baca juga: ASN di NTT wajib ikuti SP-2020 lewat sistem daring

"Sensus penduduk ini untuk kepentingan dalam mendesain perencanaan pembangunan ke depan," katanya.

Dia mengatakan, banyak hal yang diperoleh melalui SP nasional ini sehingga dibutuhkan kerja sama baik RT, RW, kepala desa, lurah, camat dan masyarakat maupun para kepala daerah untuk membantu guna menyukseskan program nasional ini.

"Kami berharap masyarakat bisa ikut berperan secara aktif dalam kegiatan sensus penduduk ini dengan memberikan keterangan dan data secara akurat sehingga dapat diketahui secara persis tentang jumlah penduduk, mata pencaharian maupun potensi ekonomi yang ada di daerah ini," katanya.

Baca juga: BPS targetkan 23 persen penduduk NTT di sensus secara daring

Sementara itu Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Timur, Darwis Sitorus mengatakan, SP nasional yang dilakukan pada 2020 dilakukan melalui dua tahap yaitu berbasis dalam jaringan (daring) yang dilakukan pada 15 Februari-31 Maret 2020.

Selanjutnya pada tahap kedua melalui metode wawancara pada 1-31 Juli 2020. "Sensus Penduduk secara online sangat penting karena masyarakat secara mandiri bisa mengisi data secara langsung sehingga lebih akurat dan berkualitas," tegasnya.

Dia menambahkan, peran serta seluruh masyarakat sangat membantu terhadap kualitas data kependudukan secara nasional terutama di NTT.