Waspadai Penyakit Menular
Rabu, 16 November 2016 17:59 WIB
Oleh Kornelis Kaha
Kupang (Antara NTT) - Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur Kornelius Kodi Mete mengimbau masyarakat daerah ini untuk mengantispasi penyakit menular yang biasa muncul saat musim penghujan.
"Biasanya kalau sudah masuk ke pergantian musim, khususnya seperti musim hujan masalah kesehatan seseorang itu akan terganggu, oleh karena itu setiap warga harus menjaga kebersihan di sekitar rumahnya," katanya kepada wartawan di Kupang, Rabu (16/11).
Ia menjelaskan biasanya penyakit menular yang sering terjadi saat musim penghujan adalah seperti demam berdarah, diare, malaria serta masalah pernapasan yang sering menggangu kesehatan masayarakat.
Untuk mencegah kasus demam berdarah tersebut, menurutnya Dinas Kesehatan provinsi, secepatnya akan mengirimkan surat pemberitahuan kepada seluruh pihak terkait, baik dari pihak kesehatan dan masyarakat sendiri untuk waspada di musim hujan.
"Sosialisasi akan kita lakukan kepada masyarakat, baik melalui media masa, elektronik maupun sosialisasi yang dilakukan oleh petugas-petugas kesehatan," tuturnya.
Untuk langkah awal, lanjutnya, saat dilakukan sosialisasi petugas kesehatan juga akan memberikan bubuk abate yang berguna untuk membunuh jentik-jentik nyamuk yang biasa menimbulkan penyakit seperti diare, kemudian selanjutnya akan dilakukan fogging untuk membasmi nyamuk dewasa.
Ia pun berharap agar masyarakat bisa cepat mendatangi puskesmas terdekat jika ada yang terindikasi deman berdarah atau diare.
Direktur Rumah Sakit TNI Wirasakti Kupang Dr. I.E.S Purba mengatakan terhitung Oktober hingga November ini sudah ada pasien DBD yang dirawat di rumah sakit tersebut.
"Tetapi DBD-nya tidak kronis, masih bisa ditanggani. Karena pasien cepat tanggap saat terinfeksi dengan penyakit," tuturnya.
Ia juga mengimbau selalu menjaga kebersihan di rumah dan juga menjaga makanan atau jajanan yang sering dijual dipingir-pingir jalan.
Kupang (Antara NTT) - Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur Kornelius Kodi Mete mengimbau masyarakat daerah ini untuk mengantispasi penyakit menular yang biasa muncul saat musim penghujan.
"Biasanya kalau sudah masuk ke pergantian musim, khususnya seperti musim hujan masalah kesehatan seseorang itu akan terganggu, oleh karena itu setiap warga harus menjaga kebersihan di sekitar rumahnya," katanya kepada wartawan di Kupang, Rabu (16/11).
Ia menjelaskan biasanya penyakit menular yang sering terjadi saat musim penghujan adalah seperti demam berdarah, diare, malaria serta masalah pernapasan yang sering menggangu kesehatan masayarakat.
Untuk mencegah kasus demam berdarah tersebut, menurutnya Dinas Kesehatan provinsi, secepatnya akan mengirimkan surat pemberitahuan kepada seluruh pihak terkait, baik dari pihak kesehatan dan masyarakat sendiri untuk waspada di musim hujan.
"Sosialisasi akan kita lakukan kepada masyarakat, baik melalui media masa, elektronik maupun sosialisasi yang dilakukan oleh petugas-petugas kesehatan," tuturnya.
Untuk langkah awal, lanjutnya, saat dilakukan sosialisasi petugas kesehatan juga akan memberikan bubuk abate yang berguna untuk membunuh jentik-jentik nyamuk yang biasa menimbulkan penyakit seperti diare, kemudian selanjutnya akan dilakukan fogging untuk membasmi nyamuk dewasa.
Ia pun berharap agar masyarakat bisa cepat mendatangi puskesmas terdekat jika ada yang terindikasi deman berdarah atau diare.
Direktur Rumah Sakit TNI Wirasakti Kupang Dr. I.E.S Purba mengatakan terhitung Oktober hingga November ini sudah ada pasien DBD yang dirawat di rumah sakit tersebut.
"Tetapi DBD-nya tidak kronis, masih bisa ditanggani. Karena pasien cepat tanggap saat terinfeksi dengan penyakit," tuturnya.
Ia juga mengimbau selalu menjaga kebersihan di rumah dan juga menjaga makanan atau jajanan yang sering dijual dipingir-pingir jalan.
Pewarta : Oleh Kornelis Kaha
Editor : Kornelis Aloysius Ileama Kaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Belu siapkan rencana kontigensi KKMMD melalui pelabuhan laut
28 November 2023 19:31 WIB, 2023
Bupati Kupang : Perbatasan Kupang-Oecusse masuk zona bebas penyakit menular
05 September 2023 2:00 WIB, 2023
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemprov NTT konsolidasikan satu data percepat pemulihan dampak gempa Flores
17 September 2026 21:51 WIB
BNPB: Jumlah pengungsi gempa Flores NTT menurun signifikan, kini 46.461 jiwa
15 September 2026 17:20 WIB