Puluhan personil Basarnas Kupang lakukan "rapid test"
Kamis, 14 Mei 2020 19:31 WIB
Petugas SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Nusa Tenggara Timur mengikuti rapid tes guna mencegah penyebaran COVID-19 di Kupang, Kamis (14/5/2020). (Antara/HO - Basarnas Kupang)
Kupang (ANTARA) - Sebanyak 52 anggota SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengikuti rapid tes guna mengantisipasi terjadinya penularan COVID-19.
Pemeriksaan cepat COVID-19 yang dilakukan dua orang petugas medis pada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang dengan prioritas petugas lapangan, seperti rescuer dan anak buah kapal KN SAR Antareja 233 dan RB 303 itu berlangsung di di aula Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Kamis, (14/5).
Baca juga: Nelayan yang tengelam di Kabupaten Kupang ditemukan meninggal
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang Emi Friezer mengatakan,rapid test dilakukan sebagai pemeriksaan awal atau pemeriksaan cepat untuk mendiognosa ada tidaknya infeksi virus corona baru atau COVID-19 terhadap anggota Basarnas Kupang .
"Tes ini kami prioritaskan pada petugas lapangan, khususnya personil rescuer dan juga awak kapal KN SAR Antareja 233 dan RB 303, yang sering melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di lapangan," katanya.
Ia mengatakan, para anggota SAR itu sebelumnya menangani operasi SAR di beberapa wilayah, seperti Selat Pukuafu, Pulau Tabui, Kabupaten Kupang, Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, dan Teluk Kupang, Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT.
Menurut Emi Frizer dengan adanya rapid test COVID-19 diharapkan Basarnas Kupang dapat mengetahui kondisi dari masing-masing personelnya sehingga apabila menemukan indikasi terpapar COVID-19 bisa segera dilakukan tindakan penanganan, termasuk dirujuk ke rumah sakit untuk tes PCR.
Baca juga: Tiga warga Rote Ndao diselamatkan SAR Kupang di Pukuafu
"Tujuannya tak lain adalah untuk meminimalisir terjadinya penularan COVID-19. Dengan deteksi dini diharapkan bisa memberikan gambaran akan kesehatan masing-masing personel serta memberikan rasa aman dalam bekerja," kata Emi Friezer.
Dalam rapid test COVID-19, para personel Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang diperiksa dahulu suhu tubuhnya dan diambil sampel darah untuk diteteskan pada cairan reagen yaitu cairan antibodi untuk mengetahui apakah tubuh mengandung infeksi virus atau tidak.
Menurut Emi Friezer, berdasarkan hasil rapid test yang dilaksanakan sebanyak 52 personel dinyatakan tidak memiliki indikasi terpapar COVID-19.
Baca juga: Siswa TK belajar tentang tugas Basarnas
Kendati demikian, kata dia, bukan berarti para personel Basarnas Kupang aman sehingga selalu diingatkan untuk mematuhi aturan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, seperti menggunakan masker, menerapkan physical distancing, sering mencuci tangan dengan sabun, selalu jaga kesehatan dan jaga jarak.
Pemeriksaan cepat COVID-19 yang dilakukan dua orang petugas medis pada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang dengan prioritas petugas lapangan, seperti rescuer dan anak buah kapal KN SAR Antareja 233 dan RB 303 itu berlangsung di di aula Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Kamis, (14/5).
Baca juga: Nelayan yang tengelam di Kabupaten Kupang ditemukan meninggal
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang Emi Friezer mengatakan,rapid test dilakukan sebagai pemeriksaan awal atau pemeriksaan cepat untuk mendiognosa ada tidaknya infeksi virus corona baru atau COVID-19 terhadap anggota Basarnas Kupang .
"Tes ini kami prioritaskan pada petugas lapangan, khususnya personil rescuer dan juga awak kapal KN SAR Antareja 233 dan RB 303, yang sering melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di lapangan," katanya.
Ia mengatakan, para anggota SAR itu sebelumnya menangani operasi SAR di beberapa wilayah, seperti Selat Pukuafu, Pulau Tabui, Kabupaten Kupang, Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, dan Teluk Kupang, Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT.
Menurut Emi Frizer dengan adanya rapid test COVID-19 diharapkan Basarnas Kupang dapat mengetahui kondisi dari masing-masing personelnya sehingga apabila menemukan indikasi terpapar COVID-19 bisa segera dilakukan tindakan penanganan, termasuk dirujuk ke rumah sakit untuk tes PCR.
Baca juga: Tiga warga Rote Ndao diselamatkan SAR Kupang di Pukuafu
"Tujuannya tak lain adalah untuk meminimalisir terjadinya penularan COVID-19. Dengan deteksi dini diharapkan bisa memberikan gambaran akan kesehatan masing-masing personel serta memberikan rasa aman dalam bekerja," kata Emi Friezer.
Dalam rapid test COVID-19, para personel Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang diperiksa dahulu suhu tubuhnya dan diambil sampel darah untuk diteteskan pada cairan reagen yaitu cairan antibodi untuk mengetahui apakah tubuh mengandung infeksi virus atau tidak.
Menurut Emi Friezer, berdasarkan hasil rapid test yang dilaksanakan sebanyak 52 personel dinyatakan tidak memiliki indikasi terpapar COVID-19.
Baca juga: Siswa TK belajar tentang tugas Basarnas
Kendati demikian, kata dia, bukan berarti para personel Basarnas Kupang aman sehingga selalu diingatkan untuk mematuhi aturan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, seperti menggunakan masker, menerapkan physical distancing, sering mencuci tangan dengan sabun, selalu jaga kesehatan dan jaga jarak.
Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur NTT menegaskan proses hukum pihak memanipulasi data warga miskin
13 February 2026 18:36 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Kemenag mempercepat implementasi wajib halal di Kabupaten Sumba Timur NTT
11 February 2026 13:59 WIB
Undana dan GMIT kolaborasi perkuat ketahanan pangan dan pendidikan di NTT
09 February 2026 19:20 WIB