Telkomsel perluas jaringan broadband 4G di Flores Timur
Selasa, 16 Juni 2020 17:00 WIB
Satu unit Compact Mobile Base Transceiver Station (COMBAT) yang dipasang di Desa Woloklibang, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, oleh PT Telkomsel untuk perluasan jaringan broadband 4G LTE di daera setempat. (ANTARA/HO-Humas Telkomsel Area Jawa Bali)
Kupang (ANTARA) - PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) telah memperluas jaringan broadband 4G LTE di Desa Woloklibang, Kecamatan Adonara Barat, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
"Perluasan jaringan 4G LTE ini kami lakukan melalui pengoperasian satu unit Compact Mobile Base Transceiver Station (COMBAT) berteknologi terdepan 4G LTE di Desa Woloklibang, Flores Timur," kata Vice President Network Operation and Quality Management Area Jawa Bali Telkomsel, Samuel Pasaribu, dalam keterangan yang diterima di Kupang, Senin (15/5).
Ia menjelaskan, perluasan jaringan broadband 4G LTE ini untuk menjawab keluhan masyarakat dan pemerintah setempat terkait keterbatasan akses telekomunikasi yang dialami selama ini.
Beberapa waktu lalu, kata dia, Telkomsel telah mendapat masukan dari masyarakat setempat terkait kebutuhan akses jaringan broadband untuk mendukung aktivitas mereka termasuk untuk koordinasi kerja perangkat desa.
"Dengan mempertimbangkan kondisi geografis wilayah yang cukup menantang, kami akhirnya bisa mengoperasikan 1 unit COMBAT dengan teknologi 4G di Woloklibang ini," katanya.
Samuel Pasaribu mengatakan, dengan adanya jaringan broadband 4G LTE ini maka ketersediaan layanan telekomunikasi untuk masyarakat dan pemerintah desa setempat menjadi lebih berkualitas.
Di sisi lain, lanjut dia, ini sebagai bagian dari upaya Telkomsel mewujudkan pemerataan akses telekomunikasi berbasis broadband di Desa Woloklibang yang juga merupakan wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) di Flores Timur.
"Telkomsel terus berkomitmen untuk memberikan layanan telekomunikasi dan solusi digital berkualitas untuk seluruh lapisan masyarakat di seluruh Indonesia," katanya.
Samuel Pasaribu berharap koordinasi antar perangkat pemerintah desa di Woloklibang dengan pemerintah kabupaten setempat dan sebagainya bisa berjalan lebih efektif dengan dukungan jaringan broadband ini.
Selain itu, kata dia, layanan ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan potensi perekonomian di desa serta membantu para pelajar dalam melakukan proses pembelajaran secara dalam jaringan (daring).
Ia pun menambahkan, hingga saat ini, sebanyak 1.279 Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel telah hadir untuk melayani lebih dari 90 persen populasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Baca juga: Telkomsel dan tiga kampus di NTT kerja sama optimalkan kuliah daring
Baca juga: Telkomsel hadirkan layanan BTS mobile di Pulau Rote
"Perluasan jaringan 4G LTE ini kami lakukan melalui pengoperasian satu unit Compact Mobile Base Transceiver Station (COMBAT) berteknologi terdepan 4G LTE di Desa Woloklibang, Flores Timur," kata Vice President Network Operation and Quality Management Area Jawa Bali Telkomsel, Samuel Pasaribu, dalam keterangan yang diterima di Kupang, Senin (15/5).
Ia menjelaskan, perluasan jaringan broadband 4G LTE ini untuk menjawab keluhan masyarakat dan pemerintah setempat terkait keterbatasan akses telekomunikasi yang dialami selama ini.
Beberapa waktu lalu, kata dia, Telkomsel telah mendapat masukan dari masyarakat setempat terkait kebutuhan akses jaringan broadband untuk mendukung aktivitas mereka termasuk untuk koordinasi kerja perangkat desa.
"Dengan mempertimbangkan kondisi geografis wilayah yang cukup menantang, kami akhirnya bisa mengoperasikan 1 unit COMBAT dengan teknologi 4G di Woloklibang ini," katanya.
Samuel Pasaribu mengatakan, dengan adanya jaringan broadband 4G LTE ini maka ketersediaan layanan telekomunikasi untuk masyarakat dan pemerintah desa setempat menjadi lebih berkualitas.
Di sisi lain, lanjut dia, ini sebagai bagian dari upaya Telkomsel mewujudkan pemerataan akses telekomunikasi berbasis broadband di Desa Woloklibang yang juga merupakan wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) di Flores Timur.
"Telkomsel terus berkomitmen untuk memberikan layanan telekomunikasi dan solusi digital berkualitas untuk seluruh lapisan masyarakat di seluruh Indonesia," katanya.
Samuel Pasaribu berharap koordinasi antar perangkat pemerintah desa di Woloklibang dengan pemerintah kabupaten setempat dan sebagainya bisa berjalan lebih efektif dengan dukungan jaringan broadband ini.
Selain itu, kata dia, layanan ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan potensi perekonomian di desa serta membantu para pelajar dalam melakukan proses pembelajaran secara dalam jaringan (daring).
Ia pun menambahkan, hingga saat ini, sebanyak 1.279 Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel telah hadir untuk melayani lebih dari 90 persen populasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Baca juga: Telkomsel dan tiga kampus di NTT kerja sama optimalkan kuliah daring
Baca juga: Telkomsel hadirkan layanan BTS mobile di Pulau Rote
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Badan Geologi: Gunung Lewotobi Laki-laki dalam fase penurunan jangka pendek
08 December 2025 21:17 WIB
Badan Geologi mengimbau warga waspada potensi banjir lahar Gunung Lewotobi
04 December 2025 9:56 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB