Kupang (Antara NTT) - Ketua Komisi II DPRD Nusa Tenggara Timur Yucundianus Lepa optimistis terhadap peningkatan populasi ternak sapi di daerah itu bisa mencapai 1 juta ekor pada tahun 2018 seperti yang ditargetkan pemerintah provinsi setempat.

"Kondisi hari populasi ternak sapi kita sudah mencapai lebih sekitar lebih dari 950 ribu ekor sehingga kita optimistis target pemerintah mencapai 1 juta ekor pada 2018 bisa tercapai bahkan bisa lebih dari itu," katanya Yucudianus sebagai ketua komisi yang mebidangi peternakan di Kupang, Senin.

Ia mengatakan hal itu dalam pertemuan antara DPRD NTT bersama Lembaga Pertahanan Nasional (Leparnas) yang datang dalam rombongan berjumlah 22 orang peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan LVI yang dipimpin Prof Dr Sudaryono.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu pembangunan yang berkaitan dengan enam tekad pembangunan Pemerintah Provinsi setempat, salah satunya menjadikan NTT sebagai provinsi ternak.

Yucundianus menjelaskan, penguatan produktivitas ternak sapi di daerah itu dilakukan melalui delapan lokasi pembibitan yang menyebaar di Pulau Timor, Flores, dan Sumba.

"Pemerintah Daerah melalui juga berupaya meningkatkan produktivitas sapi melalui pemberian inseminasi buatan (IB)," kata Anggota Dewan dari Fraksi PKB itu.

Namun ia mengaku, pemberian IB tersebut umumnya masih intensif di tingkat pembibitan, belum di tingkat petani peterak masih jarang karena keterbatasan keterampilan dan pengetahuan.

Ia menjelaskan, pada awal tahun 2017, kondisi ternak sapi terutama di Pulau Timur sempat terganggu dengan adanya wabah ternak yang menyebabkan penyakit ngorok pada sapi.

"Namun penyeberannya tidak cepat dan parah sehingga ketika kami dengan pemerintah provinsi ke lapanganan bisa langsung dieliminasi," katanya.

Anggota Komisi II DPRD NTT Ansgerius Takalepeta mennambahkan, terkait penguatan pusat pembibitan sapi di daerah itu didukung dengan program nasional yakni SIWAB (Sapi Induk Wajib Bunting) yang gerakannya sampai ke seluruh kabupaten.

"Sehingga baik melalui perkawinan alam maupun suntik diharapkan untuk memperbaiki generasi sapi ke depan," katanya.

Anggota Dewan dari Fraksi Partai Golkar itu menjelaskan, dalam tahun ini NTT mendapat alokasi program SIWAB untuk 50.000 ekor sapi dan gerakan ini sementara dilaksanakan kabupaten-kabupaten terutama yang menjadi kantong ternak sapi.

"Atas sejumlah upaya penguatan produktivitas ini maka target populasi ternak sapi kita di NTT hingga 1 juta ekor saya rasa bisa dicapai," katanya.