Kupang (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umbu Rara Meha Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, menjadi pelanggan pertama yang menggunakan layanan listrik tingkat premium di wilayah Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Manager PT PLN (Persero) UP3 Sumba, Made Hary Palguna, dalam keterangan yang diterima di Kupang, Rabu, mengatakan pemanfaatan layanan listrik premium itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian jual beli tenaga listrik (PJBTL) antara Manager PT PLN (Persero) UP3 Sumba dengan Direktris RSUD Umbu Rara Meha Waingapu pada Selasa (6/10).

Baca juga: PLN NTT latih pelaku UKM Sumba Timur tentang pemasaran digital

"RSUD Umbu Rara Meha Waingapu sebagai pelanggan listrik premium pertama di Pulau Sumba dengan memanfaatkan jenis layanan premium silver dengan daya 555 kVA," katanya.

Ia menjelaskan dengan layanan listrik premium ini maka, pelanggan memperoleh layanan khusus dengan sejumlah kelebihan di antaranya mendapat pasokan arus listrik dari dua sumber serta dilayani tim teknis khusus yang siap melayani jika ada gangguan.

Selain itu, memiliki account executive layanan prima PLN yang siaga 24 jam untuk memberikan informasi atau saling berkomunikasi dengan manajemen rumah sakit bila terjadi kendala dalam memanfaatkan layanan listrik.

"Dengan adanya kelebihan-kelebihan ini diharapkan pasokan listrik ke RSUD Umbu Rara Meha akan lebih baik sehingga bisa meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di instansi tersebut," katanya.

Lebih lanjut, Hary Palguna menyampaikan terima kasih pihak rumah sakit yang memanfaatkan layanan listrik premium tersebut dan ia berharap dengan pasokan listrik yang handal maka pelayanan rumah sakit menjadi lebih baik.

Sementara itu, Direktris RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, dr Lely Harakai, M.Kes, juga menyampaikan terima kasih kepada PLN setempat yang merespon secara cepat permohonan dari pihaknya untuk memanfaatkan layanan premium tersebut.

Baca juga: PLN NTT gandeng SAR gelar pelatihan penyelamatan di area ketinggian

Ia mengatakan segala sesuatu yang berhubungan dengan upaya penyelamatan nyawa manusia di rumah sakit sangat membutuhkan listrik seperti pemanfaatan peralatan di ruang intensif dan sebagainya.

"Karena itu kami berharap dengan waktu nyala saat listrik padam yang lebih singkat maka pemanfaatan peralatan bisa lebih optimal sehingga kami bisa memberikan layanan terbaik bagi masyarakat," kata Lely Harakai.


Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024