Ende (ANTARA) - Sebanyak 30 pemandu wisata paralayang Kabupaten Ende, dikukuhkan menjadi penerbang dalam rangka mendukung potensi wisata dirgantara di kabupaten itu setelah menjalani pelatihan sejak 21 November hingga 9 Desember 2020.

Bupati Ende Ahmad Jafar kepada wartawan di Ende mengatakan bahwa dengan dikukuhkan 30 penerbang itu maka kini kabupaten tersebut sudah memiliki atlet paralayang yang tentu saja akan mewakili NTT diajang nasional.

"Sebenarnya ini tidak hanya untuk mengembangkan olahraga paralayang di daerah ini, tetapi ke depannya ini menjadi salah satu destinasi wisata untuk menarik wisatawan ke daerah ini," katanya.

Ia mengatakan 30 anak yang baru dikukuhkan sebagai penerbang paralayang itu baru berada pada tahap pertama, yang mana artinya mereka belum boleh menerapkan terbang tandang atau terbang dengan membawa wisatawan.

Oleh karena itu ke depannya 30 anak yang berusia mulai dari 12 tahun hingga 24 tahun itu akan kembali menjalani latihan selanjutnya untuk menjadi penerbang untuk tahap kedua.

Sambil menunggu agar 30 anak itu bisa menjadi penerbang handal untuk tandang maka, di tahun 2021 mendatang Pemda Kabupaten Ende sudah menyiapkan agar terbang paralayang akan menjadi even tahunan untuk menarik wisatawan.

"Ya kita sedang mempersiapkannya. Ini akan menjadi salah satu agenda tahunan setelah sebelumnya ada juga agenda tahunan yang lain yakni Parade Nusantara setiap bulan Juni, kemudian festival Danau Kelimutu," tambah dia
  Seorang atlet sekaligus pemandu wisata paralayang saat hendak mendarat di pesisir pantai Kota Ende, kabupaten Ende, NTT Selasa (15/12/2020).Sebanyak 30 pemandu wisata paralayang dikukuhkan untuk mendukung potensi wisata dirgantara yang ada di kabupaten Ende dalam rangka meningkatkan kembali kunjungan wisatawan di daerah itu.ANTARA FOTO/Kornelis Kaha. 
Lebih lanjut kata dia, keberadaan terbang paralayang di kabupaten Ende ini juga akan menambah deretan potensi pariwisata di daerah itu, setelah sebelumnya ada wisata alam Danau Kelimutu, wisata sejarah situs Bung Karno kemudian juga wisata budaya dan adat adalah rumah adat.

Iapun berharap agar semakin banyak potensi pariwisata dapat mendongkrak potensi wisata di kabupaten Ende setelah selama beberapa bulan terakhir lesu karena dampak COVID-19.

Baca juga: NTT gandeng TNI AU tangani kepulangan pekerja migran

Baca juga: TNI AU menggelar operasi pengintaian di ALKI III

Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada TNI AU yang mendukung penuh program itu untuk dikembangkan di kabupaten Ende. Dan untuk even tahunan pada September 2021 nanti ia akan meminta bantuan dari KASAU untuk membuka even tahunan tersebut.

Sementara itu Komandan Pangkalan Udara (Lanud) El Tari Kupang Kolonel Pnb Bambang Juniar mengatakan bahwa keberadaan TNI AU di NTT tidak hanya dalam rangka mengamankan wilayah namun juga mencari dan membina potensi dirgantara yang ada di setiap daerah khususnya di provinsi berbasis kepulauan itu.

"Jadi dengan adanya pemandu wisata paralayang, ini adalah bukti salah satu fungsi dari pembinaan potensi dirgantara dari TNI AU. Kita membina potensi-potensi dirgantara yang dimiliki oleh daerah-daerah," katanya.

Orang nomor satu di Lanud El Tari itu mengatakan bahwa dampak dari pembinaan dirgantara ini bisa berdampak pada banyak hal mulai dari peningkatan ekonomi dalam hal ini guide wisata udara.Kemudian juga menjadi atlet paralayang yang kelak bisa tampil di level nasional bahkan bisa juga internasional.

Bambang yang juga Ketua Federasi Aero Sport Indonesia Daerah NTT itu pun mengatakan bahwa potensi wisata udara dengan paralayang di Indonesia dengan pemandangan gunung, pantai dan kota hanya ada di kabupaten Ende saja dan hal ini tentu saja dapat menjadi potensi pariwisata yang kedepannya bisa dikembangkan.

"Paralayang ini juga sangat berpotensi untuk mengulirkan roda perekonomian yang ada di kabupaten Ende ini, dan dapat menjadi potensi pariwisata baru," tambah dia.
 

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024