Kupang (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) wilayah NTT menyatakan akan melibatkan seluruh usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di NTT untuk memasarkan produknya dalam kegiatan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI) yang sudah dicanangkan Presiden Joko Widodo di Labuan Bajo.

"Semua UMKM di NTT akan diblibatkan, tidak hanya binaan dari BI NTT ttapi dari perbankan maupun dari Dekranasda dan juga instansi lainnya terlibat dalam GBBI ini," kata Manajer Tim perumusan dan implementasi keuangan daerah BI wilayah NTT Handrianus p. Asa di Kupang dalam rapat virtual bersama membahas pelaksanaan Festival Excotic Tenun 20201, Rabu, (3/3).

Pria yang biasa disapa Andre itu mengatakan, jumlah UMKM binaan dari BI Nusa Tenggara Timur sekitar  20 UMKM yang tersebar hampir diseluruh kabupaten di NTT.

Dari 20 UMKM binaan itu ada UMKM untuk tenun, kemudian klaster kopi, dan binaan BI dalam hal ketahanan pangan dan beberapa binaan lainnya.

Menurut dia karena banyak UMKM yang ada di NTT maka nantinya akan dilakukan proses seleksi lagi untuk melihat produk-produk lokal mana yang menjadi unggulan dari provinsi NTT.

"Jadi setelah melibatkan semuanya kami akan lakukan yang dinamakan dengan kurasi, untuk melihat standarisasinya dan lainnya," ujar dia.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan sejumlah BUMN di NTT, salah satunya dengan PT. Telkom yang menjadi kurator dalam pelaksanaan GBBI di Labuan Bajo pada Juni mendatang.

Saat ini menurut data dari Dinas Koperasi dan Ketenagakerjaan NTT jumlah UMKM yang ada di NTT menjadi sekitar 105 ribuan UMKM. Namun itu yang terdaftar di dinas Koperasi.

Baca juga: Luhut minta Kominfo mendukung digitalisasi produk wisata Indonesia

Baca juga: BI targetkan ratusan UMKM NTT ikut festival Exotic Tenun 2021

Tetapi jika ditambah dengan UMKM binaan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti perbankan serta pegadaian di NTT maka jumlahnya mencapai 722 ribu UMKM.

Jumlah ini terbilang sangat besar karena jumlah penduduk NTT saat ini kurang lebih mencapai 5,5 juta jiwa.

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024