Kupang, NTT (ANTARA) - Kementerian Agama memperkuat sinergi bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam menjaga kerukunan dan kualitas kehidupan beragama di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi NTT Kariyanto di Kupang, Rabu, mengatakan sinergi tersebut penting guna membangun komunikasi dan memperkuat kerja sama antara Kementerian Agama dan MUI sebagai mitra strategis kehidupan keagamaan.
Dalam pertemuan tersebut, ia menyoroti keberagaman Indonesia, termasuk NTT yang dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat kerukunan umat beragama yang sangat baik.
Menurut dia, NTT bahkan dapat menjadi barometer kerukunan umat beragama di Indonesia.
“Di tengah keberagaman, masyarakat NTT melihat perbedaan sebagai berkat. Persaudaraan lintas iman terus dibangun dan dirawat. Saya yakin semua ini tidak lepas dari kontribusi MUI NTT dalam mewujudkan kerukunan dan kedamaian hidup bermasyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen Kanwil Kemenag NTT untuk mendukung program-program MUI Provinsi NTT, khususnya yang berkaitan dengan penguatan kerukunan, moderasi beragama, dan pembinaan umat.
Sementara itu, Ketua MUI Provinsi NTT H. Muhammad S. Wongso menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terbangun antara Kemenag dan MUI di daerah tersebut.
Menanggapi pernyataan Kakanwil terkait kerukunan di NTT, Ketua MUI mengutip pemikiran Bung Kanis Pari yang menggambarkan NTT sebagai wilayah kepulauan yang harus dikelola dengan hati.
“NTT harus diraba dengan hati. Karena itu, selama kepemimpinan Bapak Kakanwil, rancanglah program-program dalam kebersamaan, sebab kebersamaan itu mahal,” pesannya.
Ia juga mengibaratkan NTT sebagai bunga di sebuah taman, tempat berbagai agama hidup berdampingan dan menjadi kekayaan dalam meramu perbedaan. Jika terjadi persoalan, MUI siap berdialog bersama Kementerian Agama melalui pendekatan yang humanis.
Ia berharap silaturahim tersebut semakin memperkuat kolaborasi antara Kanwil Kemenag NTT dan MUI Provinsi NTT dalam menjaga kerukunan, mempererat persaudaraan, serta menciptakan kehidupan keagamaan yang damai dan berkeadaban di NTT.

