Stok vaksin mampu penuhi target 1 juta vaksinasi per hari
Kamis, 24 Juni 2021 9:57 WIB
Peserta dari kelompok disabilitas menjalani penyuntikan vaksin COVID-19 di Sentra Vaksinasi Yogyakarta, 17 Juni 2021. (ANTARA/HO-Kemenkes).
Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari PT Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan dengan jumlah stok vaksin yang didatangkan maka pemerintah optimistis mampu memenuhi target kebutuhan 1 juta vaksinasi COVID-19 per hari mulai Juli 2021.
"Jumlah stok vaksin COVID-19 dalam negeri mampu memenuhi target tersebut," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis, (24/6).
Bambang mengatakan pemerintah dan produsen Sinovac sudah berkomitmen untuk mendatangkan 260 juta dosis vaksin ke Indonesia.
Tak hanya itu, 11 juta dosis vaksin AstraZeneca dari jalur multilateral dengan Covax facility, 50 juta dosis vaksin AstraZeneca dari jalur bilateral, dan 50 juta dosis vaksin Novavax.
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan semua pihak untuk mempercepat vaksinasi.
"Pelibatan swasta, BUMN, organisasi rumah sakit, profesi, TNI dan Polri, serta organisasi masyarakat untuk memperbanyak sentra atau pos vaksinasi," katanya.
Selain itu, kata Siti Nadia, pemerintah juga menyiapkan semakin banyak vaksinator serta petugas sosialisasi terkait pentingnya mengikuti vaksinasi COVID-19 untuk mengakhiri pandemi.
"Kita akan memobilisasi dan menambah tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi untuk memberikan penyuntikan dan melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan vaksinasi," katanya.
Baca juga: Presiden: Jika dapat kesempatan vaksin segera ambil
Siti Nadia mengatakan program vaksinasi merupakan salah satu cara untuk bisa mengendalikan penularan COVID-19.
"Sejauh ini baru Provinsi DKI Jakarta dan Bali yang realisasi vaksinasi sudah sesuai target," katanya.
Baca juga: Presiden Jokowi minta kepala daerah targetkan vaksinasi 1 juta dosis per hari
Secara nasional, kata Siti Nadia, hingga Rabu (23/6) pukul 12.00 WIB, vaksin dosis pertama telah disuntikkan kepada 24.358.856 penduduk Indonesia. Sedangkan, vaksin dosis kedua telah disuntikkan kepada 12.640.041 orang.
"Jumlah stok vaksin COVID-19 dalam negeri mampu memenuhi target tersebut," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis, (24/6).
Bambang mengatakan pemerintah dan produsen Sinovac sudah berkomitmen untuk mendatangkan 260 juta dosis vaksin ke Indonesia.
Tak hanya itu, 11 juta dosis vaksin AstraZeneca dari jalur multilateral dengan Covax facility, 50 juta dosis vaksin AstraZeneca dari jalur bilateral, dan 50 juta dosis vaksin Novavax.
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan semua pihak untuk mempercepat vaksinasi.
"Pelibatan swasta, BUMN, organisasi rumah sakit, profesi, TNI dan Polri, serta organisasi masyarakat untuk memperbanyak sentra atau pos vaksinasi," katanya.
Selain itu, kata Siti Nadia, pemerintah juga menyiapkan semakin banyak vaksinator serta petugas sosialisasi terkait pentingnya mengikuti vaksinasi COVID-19 untuk mengakhiri pandemi.
"Kita akan memobilisasi dan menambah tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi untuk memberikan penyuntikan dan melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan vaksinasi," katanya.
Baca juga: Presiden: Jika dapat kesempatan vaksin segera ambil
Siti Nadia mengatakan program vaksinasi merupakan salah satu cara untuk bisa mengendalikan penularan COVID-19.
"Sejauh ini baru Provinsi DKI Jakarta dan Bali yang realisasi vaksinasi sudah sesuai target," katanya.
Baca juga: Presiden Jokowi minta kepala daerah targetkan vaksinasi 1 juta dosis per hari
Secara nasional, kata Siti Nadia, hingga Rabu (23/6) pukul 12.00 WIB, vaksin dosis pertama telah disuntikkan kepada 24.358.856 penduduk Indonesia. Sedangkan, vaksin dosis kedua telah disuntikkan kepada 12.640.041 orang.
Pewarta : Andi Firdaus
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menko Pangan: Penerima MBG menjangkau 60 juta orang, SPPG capai 22.091 unit
29 January 2026 13:36 WIB