Kupang (ANTARA) - Ketua Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Yunus Takandewa mengharapkan agar pemerintah lebih tegas terhadap warga yang melanggar protokol kesehatan, mengingat kasus positif COVID-19 di daerah itu semakin meningkat.

"Mengingat tren penambahan kasus COVID-19 yang semakin tinggi, dan dalam upaya menekan penyebaran varian baru maka pemerintah harus lebih tegas terhadap mereka yang melanggar protokol kesehatan," kata Yunus Takandewa di Kupang, Senin, (5/7).

Dia mengemukakan hal itu berkaitan dengan semakin tingginya kasus positif COVID-19 di daerah itu selama beberapa hari terakhir ini, sementara masyarakat masih terlihat tidak patuh terhadap protokol kesehatan.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Provinsi Nusa Tenggara Timur melaporkan terjadi penambahan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 pada Minggu (4/7) yakni mencapai 1.033 orang.

Angka positif harian ini cukup tinggi karena pada posisi Senin (28/6), jumlah kasus positif masih tercatat 384 orang. Itupun karena adanya peningkatan kasus di Kabupaten Flores Timur yang mencapai 176 orang pada Senin (28/6).

Menurut Yunus Takandewa, peningkatan kasus selama lebih dari sepekan ini cukup signifikan, sehingga langkah-langkah lebih tegas perlu diambil guna mencegah penyebaran kasus yang lebih luas.


Baca juga: Pasien positif Corona di NTT bertambah 1.033 orang

Dia mengatakan, upaya memperluas jangkauan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan menjadi kunci utama dalam menekan kasus penyebaran COVID-19 di daerah," kata Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTT ini.

Baca juga: NTT kirim sample swab deteksi varian Delta

"Dan kita semua berperan aktif, gotong royong melakukan sosialisasi kampanye positif tentang pentingnya untuk menangkal penyebaran virus ini dengan gerakan masif vaksinasi dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," katanya.

Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Kornelis Aloysius Ileama Kaha
Copyright © ANTARA 2024