Kurs Dolar AS melonjak
Rabu, 14 Juli 2021 7:16 WIB
Uang dolar AS dan euro. ANTARA/REUTERS/Philippe Wojazer/pri.
New York (ANTARA) - Dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) setelah laporan inflasi AS lebih panas dari yang diperkirakan.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, meningkat 0,54 persen pada 92,7538.
Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1782 dolar AS dari 1,1857 dolar AS di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3820 dolar AS dari 1,3874 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia melemah menjadi 0,7445 dolar AS dari 0,7473 dolar AS.
Dolar AS dibeli 110,59 yen Jepang, lebih tinggi dari 110,33 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS juga menguat menjadi 0,9186 franc Swiss dari 0,9154 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,2518 dolar Kanada dari 1,2465 dolar Kanada.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Selasa (13/7/2021) bahwa indeks harga konsumen (IHK), ukuran inflasi yang dipantau ketat, meningkat sebesar 0,9 persen pada Juni, melebihi perkiraan sebelumnya 0,5 persen oleh para ekonom.
Baca juga: Dolar menguat di tengah kekhawatiran pandemi
Angka tersebut juga merupakan peningkatan terbesar sejak 2008. Sementara kenaikan inflasi tahunan mencapai sebesar 5,4 persen pada Juni.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, meningkat 0,54 persen pada 92,7538.
Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1782 dolar AS dari 1,1857 dolar AS di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3820 dolar AS dari 1,3874 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia melemah menjadi 0,7445 dolar AS dari 0,7473 dolar AS.
Dolar AS dibeli 110,59 yen Jepang, lebih tinggi dari 110,33 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS juga menguat menjadi 0,9186 franc Swiss dari 0,9154 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,2518 dolar Kanada dari 1,2465 dolar Kanada.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Selasa (13/7/2021) bahwa indeks harga konsumen (IHK), ukuran inflasi yang dipantau ketat, meningkat sebesar 0,9 persen pada Juni, melebihi perkiraan sebelumnya 0,5 persen oleh para ekonom.
Baca juga: Dolar menguat di tengah kekhawatiran pandemi
Angka tersebut juga merupakan peningkatan terbesar sejak 2008. Sementara kenaikan inflasi tahunan mencapai sebesar 5,4 persen pada Juni.
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK menyita 8.000 dolar Singapura dari penggeledahan kantor KPP Madya Jakut
13 January 2026 12:42 WIB
BI: Cadangan devisa akhir November 2025 meningkat menjadi 150,1 miliar dolar AS
05 December 2025 12:13 WIB
UEA menyiapkan 5 juta dolar AS untuk kembangkan pariwisata di Pulau Komodo
08 November 2025 3:35 WIB
Rupiah melemah karena kebijakan Donald Trump berpotensi menguatkan dolar AS
17 January 2025 2:00 WIB, 2025