Rupiah terkoreksi imbas rekor kasus harian Corona
Rabu, 14 Juli 2021 10:31 WIB
Karyawan menunjukkan uang dolar Amerika Serikat di tempat penukaran valuta asing, Jakarta, Rabu (6/1/2021). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/rwa.
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah, yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi terkoreksi seiring pertambahan kasus harian COVID-19 pada Selasa (13/7/2021), yang kembali mencetak rekor lagi.
Pada pukul 10.01 WIB, rupiah melemah 21 poin atau 0,15 persen ke posisi Rp14.485 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.464 per dolar AS.
"Nilai tukar rupiah mungkin bisa berbalik melemah hari ini karena data indikator inflasi AS yang dirilis semalam menunjukkan kenaikan melebihi ekspektasi pasar sehingga mendorong penguatan dolar AS," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Rabu, (14/7).
Semalam, indikator inflasi AS pada Juni dari data indeks harga konsumen AS menunjukkan kenaikan 5,4 persen (yoy). Angka itu lebih tinggi dari ekspektasi 4,9 persen dan jauh di atas target inflasi The Fed 2 persen.
"Ini membuka peluang bank sentral AS untuk mempertimbangkan kembali pengetatan moneter yang lebih cepat sehingga ini mendorong penguatan dolar AS," ujar Ariston.
Selain itu, lanjutnya, faktor dari dalam negeri yaitu kenaikan kasus baru harian COVID-19 yang terus memecahkan rekor, juga menjadi tekanan untuk rupiah.
"Kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia yang mendekati 50 ribu bisa membuka peluang pembatasan aktivitas ekonomi PPKM darurat diperpanjang. Ini tentu bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi Indonesia dan menjadi alasan pelemahan rupiah," kata Ariston.
Pada Selasa kemarin, jumlah kasus baru COVID-19 mencetak rekor harian baru yaitu 47.899 kasus sehingga total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Indonesia menjadi 2.615.529 kasus.
Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi melemah ke arah Rp14.550 per dolar AS dengan potensi support di kisaran Rp14.450 per dolar AS.
Pada Selasa (13/7/2021), rupiah ditutup menguat 29 poin atau 0,2 persen ke posisi Rp14.464 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.493 per dolar AS.
Baca juga: Rupiah masih berpeluang menguat
Baca juga: Kurs Rupiah menguat ditopang pelonggaran moneter bank sentral China
Pada pukul 10.01 WIB, rupiah melemah 21 poin atau 0,15 persen ke posisi Rp14.485 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.464 per dolar AS.
"Nilai tukar rupiah mungkin bisa berbalik melemah hari ini karena data indikator inflasi AS yang dirilis semalam menunjukkan kenaikan melebihi ekspektasi pasar sehingga mendorong penguatan dolar AS," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Rabu, (14/7).
Semalam, indikator inflasi AS pada Juni dari data indeks harga konsumen AS menunjukkan kenaikan 5,4 persen (yoy). Angka itu lebih tinggi dari ekspektasi 4,9 persen dan jauh di atas target inflasi The Fed 2 persen.
"Ini membuka peluang bank sentral AS untuk mempertimbangkan kembali pengetatan moneter yang lebih cepat sehingga ini mendorong penguatan dolar AS," ujar Ariston.
Selain itu, lanjutnya, faktor dari dalam negeri yaitu kenaikan kasus baru harian COVID-19 yang terus memecahkan rekor, juga menjadi tekanan untuk rupiah.
"Kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia yang mendekati 50 ribu bisa membuka peluang pembatasan aktivitas ekonomi PPKM darurat diperpanjang. Ini tentu bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi Indonesia dan menjadi alasan pelemahan rupiah," kata Ariston.
Pada Selasa kemarin, jumlah kasus baru COVID-19 mencetak rekor harian baru yaitu 47.899 kasus sehingga total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Indonesia menjadi 2.615.529 kasus.
Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi melemah ke arah Rp14.550 per dolar AS dengan potensi support di kisaran Rp14.450 per dolar AS.
Pada Selasa (13/7/2021), rupiah ditutup menguat 29 poin atau 0,2 persen ke posisi Rp14.464 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.493 per dolar AS.
Baca juga: Rupiah masih berpeluang menguat
Baca juga: Kurs Rupiah menguat ditopang pelonggaran moneter bank sentral China
Pewarta : Citro Atmoko
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK menyita 8.000 dolar Singapura dari penggeledahan kantor KPP Madya Jakut
13 January 2026 12:42 WIB
BI: Cadangan devisa akhir November 2025 meningkat menjadi 150,1 miliar dolar AS
05 December 2025 12:13 WIB
UEA menyiapkan 5 juta dolar AS untuk kembangkan pariwisata di Pulau Komodo
08 November 2025 3:35 WIB
Rupiah melemah karena kebijakan Donald Trump berpotensi menguatkan dolar AS
17 January 2025 2:00 WIB, 2025