Kupang (ANTARA) - Vaksinasi COVID-19 mulai dilaksanakan pemerintah pada awal 2021 sebagai upaya memutus mata rantai penularan virus corona jenis baru itu. Vaksinasi secara massal menjadi salah satu bentuk kegiatan itu.

Kasus positif COVID-19 terus merangkak naik membuat pemerintah bekerja keras mengatasi penyebarannya, seperti yang sedang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sebanyak 22 kabupaten/kota di provinsi berbasis kepulauan ini terpapar virus corona sejak pandemi COVID-19 melanda daerah ini pada Maret 2020.

Pemberian vaksinasi merupakan langkah strategis pemerintah untuk melindungi warga dari paparan virus corona. Dengan warga mendapatkan vaksin, apabila terpapar penyakit tersebut hanya mengalami sakit dengan gejala ringan.

Vaksinasi tidak hanya untuk memutus rantai penularan penyakit dan menghentikan pandemi tetapi juga memiliki manfaat jangka panjang untuk mengeliminasi bahkan menghilangkan penyakit itu.

Semakin banyak yang mendapat vaksinasi tentu dengan sendirinya masyarakat sudah terlindungi dari paparan virus corona dan akan terbentuk kekebalan kelompok. Kekebalan kelompok hanya dapat tercapai dengan cakupan vaksinasi yang tinggi dan merata.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menargetkan 3,6 juta warga mendapat vaksinasi COVID-19 sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

Hingga Senin (19/7), kasus terkonfirmasi COVID-19 di NTT mencapai 31.707 orang dan yang masih dalam perawatan medis maupun isolasi mandiri mencapai 10.583 orang. Mereka yang dinyatakan sembuh 20.485 orang, dan meninggal dunia 639 orang.

Tingginya kasus positif COVID-19 di provinsi ini memantik semua pihak untuk membantu mengatasi pandemi dengan melakukan vaksinasi massal bagi warga NTT.

Demi menyelamatkan warga NTT dari paparan COVID-19, sejumlah lembaga pemerintah seperti Kejaksaan Tinggi NTT, Lantamal VII Kupang, Korem 161/Wirasaksi Kupang dan kepolisian serta Poltekkes Kemenkes Kupang "turun gunung" menggelar vaksinasi massal bagi warga Kota Kupang.

Serbu

Warga Kota Kupang yang tidak membuang waktu lama, langsung menyerbu berbagai lokasi vaksinasi massal yang dilakukan di daerah itu. Ribuan warga harus rela berdesak-desakan untuk divaksinasi di tengah kian mengganas serangan virus corona.

Warga terkesan tidak lagi peduli dengan larangan berkumpul karena hanya satu tekad mendapatkan vaksinasi demi menyelamatkan diri dari ancaman kematian akibat terinveksi virus itu

Hal demikian seperti dilakukan Jon Misa, warga Kota Kupang yang harus mengantre lebih dari lima jam untuk mendapat nomor antrean vaksinasi.

"Kami sudah menunggu dari jam 02.00 Wita di Kantor Kejaksaan Tinggi NTT untuk mendapatkan nomor urut, sehingga bisa mendapat vaksin pada pukul 09.00 Wita," kata dia di halaman Kantor Kejaksaan Tinggi NTT pada Senin (12/7).

Jhon Misa, warga Oepura, mengaku ikut vaksinasi COVID-19 untuk melindungi diri dari paparan COVID-19.

Selain itu, kata dia, dengan adanya aturan baru Pemerintah Kota Kupang yang mewajibkan warga menunjukkan sertifikat vaksin sebagai syarat pengurusan administrasi pemerintah membuat warga berlomba-lomba ikut vaksinasi.

"Kami harus melakukan vaksin karena vaksin penting untuk menjaga diri dari ancaman corona. Apalagi kasus kematian COVID-19 di Kota Kupang semakin meningkat sehingga perlu melindungi diri dengan melakukan vaksinasi," katanya.

Hal senada juga diakui Adi Papa Malelak, warga Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa. Ia harus rela menunggu lama di Puskesmas Penfui untuk mendapat vaksinasi COVID-19.

"Hampir tiga jam menunggu untuk mendapat layanan vaksinasi. Puji Tuhan sudah mendapat vaksinasi pertama dengan jenis vaksin Sinovac," katanya dengan gembira.

Tingginya animo masyarakat NTT mendapatkan vaksinasi COVID-19 mendapat apresiasi dari Pemprov NTT. Pemprov selama ini tidak pernah lelah mendorong warga melakukan vaksinasi COVID-19.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengapresiasi warga daerah ini yang begitu antusias mengikuti vaksinasi COVID-19.

"Penumpukan warga dalam kegiatan vaksinasi massal tidak bisa dihindari. Kita mengapresiasi terhadap masyarakat NTT yang begitu antusias mengikuti vaksinasi COVID-19," katanya kepada ANTARA usai vaksinasi pertamanya di Kupang, Rabu (14/7).

Baca juga: 3,6 juta penduduk NTT dapat vaksinasi COVID-19

Menurut politikus Partai Nasdem ini, warga NTT mengikuti vaksinasi sebagai kesadaran diri untuk mendapat perlindungan dari paparan virus corona.

"Pengumpulan warga dalam kegiatan vaksinasi massal seperti di Kejaksaan NTT tidak dapat dihindari karena warga ingin mendapatkan vaksinasi," tegasnya.

Pemerintah Provinsi NTT bersama pemerintah kabupaten/kota akan terus berupaya memperbanyak tempat vaksinasi agar memudahkan masyarakat mendapatkan vaksin COVID-19 dengan tetap mengacu protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

"Target kita semua warga NTT bisa mendapat vaksinasi COVID-19. Pemerintah NTT terus meminta kepada pemerintah pusat untuk mendapatkan vaksin agar daerah ini tidak mengalami kekurangan vaksin setelah tingginya animo warga untuk melakukan vaksinasi," katanya.

Ketersediaan vaksin perlu terjaga agar warga NTT yang sudah mengantre sejak pagi hari bisa mendapat layanan vaksinasi.

Pemerintah Provinsi NTT menargetkan pada Desember 2021 warga setempat tidak perlu lagi memakai masker karena kekebalan kelompok sudah terbentuk dengan baik melalui vaksinasi COVID-19.

"Kita lihat di Amerika maupun dalam pertandingan sepak bola dunia, para penonton tidak lagi menggunakan masker karena 'herd immunity' sudah terbentuk dengan baik mendekati 100 persen," katanya. Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan vaksinasi untuk pertama di Kupang, Kamis (15/7/2021). (ANTARA/Benny Jahang) Viktor mengaku bangga dengan warga NTT yang memiliki kesadaran tinggi untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19 sehingga target Presiden Joko Widodo agar pada akhir 2021 seluruh rakyat Indonesia bisa mendapatkan kekebalan kelompok bisa tercapai.

Semakin meningkatnya animo warga NTT mengikuti vaksinasi massal ikut mendongkrak capaian vaksinasi dengan target 3,6 juta warga NTT mendapat vaksinasi.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Nusa Tenggara Timur Emma Simanjuntak mengatakan Pemerintah Provinsi NTT bersama kabupaten/kota gencar melakukan vaksinasi terhadap warga yang belum mendapat vaksinasi tahap pertama.

Baca juga: Cegah kerumunan Lantamal VII Kupang gandeng kelurahan gelar vaksinasi

Warga NTT yang telah mendapat vaksinasi tahap pertama baru mencapai 16 persen dari 3,6 juta warga NTT yang menjadi sasaran vaksinasi.

"Ada peningkatan capaian vaksinasi sebesar empat persen dari sebelumnya hanya 12 persen pada minggu kedua Juli 2021," tegas dia.

Peningkatan capaian vaksinasi COVID-19 sebagai suatu yang menggembirakan setelah adanya dukungan berbagai pihak, seperti TNI/Polri dan Kejaksaan Tinggi NTT yang mengelar vaksinasi massal bagi warga.

Bangga

Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Timur Yulianto mengaku bangga dengan warga NTT yang begitu antusias mengikuti vaksinasi.

Setidaknya 17.500 warga Kota Kupang telah mendapat vaksinasi dalam kegiatan vaksinasi massal dilakukan Kejaksaan Tinggi NTT pada 9-16 Juli 2021.

Masyarakat Kota Kupang sangat antusias mengikuti vaksinasi massal dengan rela mengantre sejak dini hari.

Mantan Kejari Sumba Barat ini mengaku capaian vaksinasi masal selama sepekan itu menembus 17.500 orang, sebagai sesuatu yang luar biasa karena berhasil masuk dalam urutan kedua secara nasional.

Kejaksaan Tinggi setempat mendukung penuh program pemerintah daerah NTT untuk melakukan vaksinasi bagi masyarakat sehingga target pemerintah untuk mencapai kekebalan kelompok pada Desember 2021 bisa terwujud.

"Kami ingin memberikan terbaik yang bermanfaat bagi warga daerah ini dalam mengatasi penyebaran COVID-19," kata Yulianto.

Baca juga: DPRD NTT : GTTP perlu menata tata laksana vaksinasi lebih profesional

Menurut dia, kegiatan vaksinasi masal yang telah dilakukan itu dapat terlaksana dengan baik atas dukungan pemerintah di Provinsi NTT untuk bersama-sama dalam mengatasi pandemi COVID-19.

Keberhasilan vaksinasi massal di Kejaksaan Tinggi NTT merupakan hasil kerja kolaboratif pihak kejaksaan dengan Pemerintah Kota Kupang, Pemerintah Kabupaten Kupang, para medis sehingga belasan ribu warga mendapat vaksin COVID-19 dengan sukses.
 

Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024