Mata uang Dolar AS melonjak
Sabtu, 7 Agustus 2021 6:34 WIB
Dokumentasi - Dolar AS dihitung oleh seorang bankir di bank di Westminster, Colorado, Selasa (3/11/2009). ANTARA/REUTERS/Rick Wilking/am.
New York (ANTARA) - Nilai tukar Dolar AS melonjak pada akhir perdagangan Jumat, setelah pelaku pasar menganalisis pengumuman data pembayaran gaji di negara tersebut pada Juli.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,58 persen menjadi 92,7918.
Pada akhir perdagangan di New York, euro turun menjadi 1,1758 dolar AS dari 1,1835 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3877 dolar AS dari 1,3932 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7352 dolar AS dari 0,7404 dolar.
Dolar AS diperdagangkan pada 110,20 yen Jepang, lebih tinggi dari 109,75 yen Jepang pada sesi sebelumnya.
Dolar AS naik menjadi 0,9150 franc Swiss dari 0,9061 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2559 dolar Kanada dari 1,2494 dolar Kanada.
Pengusaha AS menambahkan sebanyak 943.000 pekerjaan pada Juli, meskipun terjadi lonjakan kasus varian Delta COVID-19, dengan tingkat pengangguran turun menjadi 5,4 persen, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Jumat, (7/8).
Baca juga: Rupiah akhir pekan melemah
Ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal memperkirakan terdapat 845.000 pekerjaan baru.
Baca juga: Kurs Dolar AS naik di tengah data ekonomi
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,58 persen menjadi 92,7918.
Pada akhir perdagangan di New York, euro turun menjadi 1,1758 dolar AS dari 1,1835 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3877 dolar AS dari 1,3932 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7352 dolar AS dari 0,7404 dolar.
Dolar AS diperdagangkan pada 110,20 yen Jepang, lebih tinggi dari 109,75 yen Jepang pada sesi sebelumnya.
Dolar AS naik menjadi 0,9150 franc Swiss dari 0,9061 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2559 dolar Kanada dari 1,2494 dolar Kanada.
Pengusaha AS menambahkan sebanyak 943.000 pekerjaan pada Juli, meskipun terjadi lonjakan kasus varian Delta COVID-19, dengan tingkat pengangguran turun menjadi 5,4 persen, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Jumat, (7/8).
Baca juga: Rupiah akhir pekan melemah
Ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal memperkirakan terdapat 845.000 pekerjaan baru.
Baca juga: Kurs Dolar AS naik di tengah data ekonomi
Pewarta : Nusarina Yuliastuti
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK menyita 8.000 dolar Singapura dari penggeledahan kantor KPP Madya Jakut
13 January 2026 12:42 WIB
BI: Cadangan devisa akhir November 2025 meningkat menjadi 150,1 miliar dolar AS
05 December 2025 12:13 WIB
UEA menyiapkan 5 juta dolar AS untuk kembangkan pariwisata di Pulau Komodo
08 November 2025 3:35 WIB
Rupiah melemah karena kebijakan Donald Trump berpotensi menguatkan dolar AS
17 January 2025 2:00 WIB, 2025