Nilai tukar Rupiah masih menguat
Selasa, 24 Agustus 2021 16:44 WIB
Ilustrasi: Karyawan menghitung uang rupiah di sebuah bank di Jakarta. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pras.
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore menguat didorong oleh sentimen global dan domestik.
Rupiah ditutup menguat 20 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp14.393 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.413 per dolar AS.
"Dari sisi global terlihat penguatan rupiah terhadap dolar AS terpengaruh oleh dolar AS yang terkoreksi terhadap beberapa mata uang lainnya. Terlihat dari Indeks Dolar yang terkoreksi setelah pekan lalu mengalami penguatan yang cukup signifikan," kata Analis Pasar Uang Bank Mandiri Rully Arya saat dihubungi di Jakarta, Selasa, (24/8).
Menurut Rully, pelaku pasar global berharap bahwa pada pertemuan Jackson Hole pada Jumat (27/8) mendatang Gubernur The Fed Jerome Powell akan kembali memberi sinyal dovish akan kebijakan moneter ke depan.
Rully menilai hal tersebut tidak terlepas dari kekhawatiran dampak ekonomi dari varian Delta COVID-19 yang masih meluas.
"Sementara dari domestik, pasar merespons positif penyebaran COVID harian yang terus menurun dan pelonggaran PPKM," ujar Rully.
Dari dalam negeri, jumlah kasus harian COVID-19 telah menurun signifikan di mana pada Senin (23/8) mencapai 9.604 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 3,99 juta kasus.
Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 sudah di bawah 1.000 kasus yaitu mencapai 842 kasus sehingga totalnya mencapai 127.214 kasus. Sementara itu, jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 24.758 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 3,57 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 290.764 kasus.
"Pasar juga menyambut positif langkah kerja sama Pemerintah dan Bank Indonesia dalam menyiapkan pembiayaan anggaran penanganan kesehatan dan juga program pemulihan ekonomi," kata Rully.
Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.398 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.384 per dolar AS hingga Rp14.400 per dolar AS.
Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa menguat ke posisi Rp14.391 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.415 per dolar AS.
Baca juga: Dolar tergelincir di tengah data ekonomi yang lemah
Baca juga: Harga emas naik karena dolar AS yang lebih lemah
Rupiah ditutup menguat 20 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp14.393 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.413 per dolar AS.
"Dari sisi global terlihat penguatan rupiah terhadap dolar AS terpengaruh oleh dolar AS yang terkoreksi terhadap beberapa mata uang lainnya. Terlihat dari Indeks Dolar yang terkoreksi setelah pekan lalu mengalami penguatan yang cukup signifikan," kata Analis Pasar Uang Bank Mandiri Rully Arya saat dihubungi di Jakarta, Selasa, (24/8).
Menurut Rully, pelaku pasar global berharap bahwa pada pertemuan Jackson Hole pada Jumat (27/8) mendatang Gubernur The Fed Jerome Powell akan kembali memberi sinyal dovish akan kebijakan moneter ke depan.
Rully menilai hal tersebut tidak terlepas dari kekhawatiran dampak ekonomi dari varian Delta COVID-19 yang masih meluas.
"Sementara dari domestik, pasar merespons positif penyebaran COVID harian yang terus menurun dan pelonggaran PPKM," ujar Rully.
Dari dalam negeri, jumlah kasus harian COVID-19 telah menurun signifikan di mana pada Senin (23/8) mencapai 9.604 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 3,99 juta kasus.
Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 sudah di bawah 1.000 kasus yaitu mencapai 842 kasus sehingga totalnya mencapai 127.214 kasus. Sementara itu, jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 24.758 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 3,57 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 290.764 kasus.
"Pasar juga menyambut positif langkah kerja sama Pemerintah dan Bank Indonesia dalam menyiapkan pembiayaan anggaran penanganan kesehatan dan juga program pemulihan ekonomi," kata Rully.
Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.398 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.384 per dolar AS hingga Rp14.400 per dolar AS.
Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa menguat ke posisi Rp14.391 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.415 per dolar AS.
Baca juga: Dolar tergelincir di tengah data ekonomi yang lemah
Baca juga: Harga emas naik karena dolar AS yang lebih lemah
Pewarta : Citro Atmoko
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK menyita 8.000 dolar Singapura dari penggeledahan kantor KPP Madya Jakut
13 January 2026 12:42 WIB
BI: Cadangan devisa akhir November 2025 meningkat menjadi 150,1 miliar dolar AS
05 December 2025 12:13 WIB
UEA menyiapkan 5 juta dolar AS untuk kembangkan pariwisata di Pulau Komodo
08 November 2025 3:35 WIB
Rupiah melemah karena kebijakan Donald Trump berpotensi menguatkan dolar AS
17 January 2025 2:00 WIB, 2025
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
BRI membantah disebut tolak pencairan dana PIP bocah yang meninggal di Ngada
12 February 2026 15:16 WIB
Mendes Yandri menerima audiensi 15 CEO perusahaan asal Inggris bahas listrik desa
12 February 2026 13:20 WIB