Macron: PM Australia berbohong soal perjanjian kapal selam
Senin, 1 November 2021 10:24 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron
Sydney (ANTARA) - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Perdana Menteri Australia Scott Morrison berbohong kepadanya tentang pembatalan kontrak pembangunan kapal selam pada September.
"Saya sangat menghormati negara Anda. Saya menaruh banyak hormat dan persahabatan dengan bangsa Anda. Saya hanya mengatakan ketika kita saling menghormati, Anda harus jujur dan Anda harus berperilaku yang sesuai dan konsisten dengan nilai-nilai ini," kata Macron kepada para jurnalis Australia yang meliput konferensi tingkat tinggi (KTT) G20.
Saat ditanya apakah dia berpikir Morrison telah membohonginya, Macron menjawab "Saya tidak berpikir, (tapi) saya tahu."
Macron dan Morrison berada di Roma untuk menghadiri KTT G20. Itu adalah pertemuan pertama mereka sejak Australia membatalkan kontrak miliaran dolar dengan Prancis untuk membangun kapal selam.
Pembatalan itu adalah bagian dari aliansi keamanan baru bersama Amerika Serikat dan Inggris yang diumumkan pada September.
Aliansi yang disebut AUKUS itu akan memberi Australia akses kepada teknologi kapal selam bertenaga nuklir.
Merasa dikhianati dengan pembatalan itu, Macron menarik duta besar Prancis dari Washington dan Canberra.
Morrison dalam konferensi pers di Roma mengatakan dirinya tidak berbohong dan sebelumnya telah menjelaskan kepada Macron bahwa kapal selam konvensional tidak lagi memenuhi kebutuhan Australia.
Dia mengatakan proses pemulihan hubungan Australia-Prancis telah dimulai.
Baca juga: Inggris bersikeras bela kesepakatan keamanan dengan Australia dan AS
Pada Jumat, Presiden AS Joe Biden mengatakan dirinya semula berpikir Prancis telah diberitahu soal pembatalan kontrak sebelum pakta AUKUS diumumkan.
Baca juga: Indonesia prihatin keputusan Australia miliki kapal selam nuklir
Dia menambahkan penanganan perjanjian keamanan yang baru itu menjadi canggung. (Antara/Reuters)
"Saya sangat menghormati negara Anda. Saya menaruh banyak hormat dan persahabatan dengan bangsa Anda. Saya hanya mengatakan ketika kita saling menghormati, Anda harus jujur dan Anda harus berperilaku yang sesuai dan konsisten dengan nilai-nilai ini," kata Macron kepada para jurnalis Australia yang meliput konferensi tingkat tinggi (KTT) G20.
Saat ditanya apakah dia berpikir Morrison telah membohonginya, Macron menjawab "Saya tidak berpikir, (tapi) saya tahu."
Macron dan Morrison berada di Roma untuk menghadiri KTT G20. Itu adalah pertemuan pertama mereka sejak Australia membatalkan kontrak miliaran dolar dengan Prancis untuk membangun kapal selam.
Pembatalan itu adalah bagian dari aliansi keamanan baru bersama Amerika Serikat dan Inggris yang diumumkan pada September.
Aliansi yang disebut AUKUS itu akan memberi Australia akses kepada teknologi kapal selam bertenaga nuklir.
Merasa dikhianati dengan pembatalan itu, Macron menarik duta besar Prancis dari Washington dan Canberra.
Morrison dalam konferensi pers di Roma mengatakan dirinya tidak berbohong dan sebelumnya telah menjelaskan kepada Macron bahwa kapal selam konvensional tidak lagi memenuhi kebutuhan Australia.
Dia mengatakan proses pemulihan hubungan Australia-Prancis telah dimulai.
Baca juga: Inggris bersikeras bela kesepakatan keamanan dengan Australia dan AS
Pada Jumat, Presiden AS Joe Biden mengatakan dirinya semula berpikir Prancis telah diberitahu soal pembatalan kontrak sebelum pakta AUKUS diumumkan.
Baca juga: Indonesia prihatin keputusan Australia miliki kapal selam nuklir
Dia menambahkan penanganan perjanjian keamanan yang baru itu menjadi canggung. (Antara/Reuters)
Pewarta : Anton Santoso
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda NTT dan Kedubes Australia bahas penguatan TPPO dan People Smuggling
26 November 2025 20:06 WIB
Pemerintah Australia nilai NTT membutuhkan dukungan peningkatan pendidikan
15 October 2025 11:50 WIB
Dua pelaku pencurian barang milik WNA terancam hukuman tujuh tahun penjara
09 September 2025 18:23 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
The New York Times: Kapal induk USS Abraham Lincoln siap serang Iran dalam 1-2 hari
27 January 2026 13:41 WIB
Pemerintah China menyelidiki dua jenderal atas dugaan pelanggaran disiplin serius
26 January 2026 11:15 WIB
Pengamat UI: Dewan Perdamaian Gaza bentukan Trump harus terus diawasi secara ketat
23 January 2026 17:54 WIB