Pegunungan Timau jadi kawasan wisata
Selasa, 10 Juli 2018 14:45 WIB
Gunung Timau di Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, NTT akan menjadi pusat penelitian antariksa bagi para astronom dunia. (ANTARA Foto/dok)
Kupang (AntaraNews NTT) - Bupati Kupang Ayub Titu Eki sangat mendukung terhadap gagasan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menjadikan lokasi Observatorium Nasional Timau sebagai kawasan wisata sekaligus pusat penelitian dan teknologi keantariksaan.
"Pemerintah sangat mendukung terhadap gagasan Lapan untuk menjadikan kawasan Timau sebagai tempat wisata dan pusat penelitian ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga geliat pembangunan ekonomi masyarakat Amfoang Tengah terus bertumbuh," kata Ayub Titu Eki di Oelamasi, Selasa (10/7).
Ayub mengatakan, kawasan pegunungan Timau diprediksikan akan berkembang pesat dengan kehadiran wisatawan dan peneliti astronomi dari segala pelosok dunia untuk melakukan pengamatan antariksa dari kawasan pegunungan Timau yang merupakan observatorium terbesar di Asia Tenggara.
Bupati Kupang dua priode itu berharap masyarakat Kecamatan Amfoang Tengah, mulai berbenah diri menghadapi pesatnya pembangunan di kawasan Amfoang Tengah, setelah Observatorium Nasional Timau selesai dikerjakan pada 2019.
"Masyarakat harus mulai menanam berbagai komoditi pertanian dan buah-buahan segar agar bisa dikonsumsi para wisatawan yang datang, sehingga para wisatawan tidak perlu membawa makanan dari Kota Kupang ketika datang beriwisata ke pegunungan Timau," tegas Ayub.
Baca juga: Pembangunan Observatorium Timau telan biaya Rp400 miliar
Ayub optimis pembangunan ekonomi masyarakat di kabupaten yang berbatasan dengan Oecusse, Timor Leste itu akan bergerak cepat setelah kawasan Timau menjadi kawasan wisata dan pusat penelitian astronomi setelah adanya Observatorium Nasional milik pemerintah Indonesia.
"Saya optimis banyak keuntungan yang diperoleh masyarakat dengan kehadiran Observatorium Nasional Timau terhadap pembangunan ekonomi masyarakat di Kabupaten Kupang," tegasnya.
Ayub berharap masyarakat Timau tetap menjaga kelestarian kawasan pegunungan Timau dengan tidak membuka ladang dengan cara membakar karena akan merusak lingkungan kawasan hutan pegunungan Timau.
"Saya ingatkan tidak boleh merusak kawasan hutan Timau karena dampaknya akan berpengaruh pada hasil pengamatan antariksa dilakukan para ahli astronomi. Biarkan kawasan ini seperti saat ini tetap bersih dari polusi," kata Ayub.
Baca juga: LAPAN bangun kantor operasional Observatorium di Timau
"Pemerintah sangat mendukung terhadap gagasan Lapan untuk menjadikan kawasan Timau sebagai tempat wisata dan pusat penelitian ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga geliat pembangunan ekonomi masyarakat Amfoang Tengah terus bertumbuh," kata Ayub Titu Eki di Oelamasi, Selasa (10/7).
Ayub mengatakan, kawasan pegunungan Timau diprediksikan akan berkembang pesat dengan kehadiran wisatawan dan peneliti astronomi dari segala pelosok dunia untuk melakukan pengamatan antariksa dari kawasan pegunungan Timau yang merupakan observatorium terbesar di Asia Tenggara.
Bupati Kupang dua priode itu berharap masyarakat Kecamatan Amfoang Tengah, mulai berbenah diri menghadapi pesatnya pembangunan di kawasan Amfoang Tengah, setelah Observatorium Nasional Timau selesai dikerjakan pada 2019.
"Masyarakat harus mulai menanam berbagai komoditi pertanian dan buah-buahan segar agar bisa dikonsumsi para wisatawan yang datang, sehingga para wisatawan tidak perlu membawa makanan dari Kota Kupang ketika datang beriwisata ke pegunungan Timau," tegas Ayub.
Baca juga: Pembangunan Observatorium Timau telan biaya Rp400 miliar
Ayub optimis pembangunan ekonomi masyarakat di kabupaten yang berbatasan dengan Oecusse, Timor Leste itu akan bergerak cepat setelah kawasan Timau menjadi kawasan wisata dan pusat penelitian astronomi setelah adanya Observatorium Nasional milik pemerintah Indonesia.
"Saya optimis banyak keuntungan yang diperoleh masyarakat dengan kehadiran Observatorium Nasional Timau terhadap pembangunan ekonomi masyarakat di Kabupaten Kupang," tegasnya.
Ayub berharap masyarakat Timau tetap menjaga kelestarian kawasan pegunungan Timau dengan tidak membuka ladang dengan cara membakar karena akan merusak lingkungan kawasan hutan pegunungan Timau.
"Saya ingatkan tidak boleh merusak kawasan hutan Timau karena dampaknya akan berpengaruh pada hasil pengamatan antariksa dilakukan para ahli astronomi. Biarkan kawasan ini seperti saat ini tetap bersih dari polusi," kata Ayub.
Baca juga: LAPAN bangun kantor operasional Observatorium di Timau
Pewarta : Benediktus Jahang
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BBKSDA memperpanjang penutupan kunjungan wisatawan ke TN Mutis Timau
14 February 2025 11:53 WIB, 2025
BRIN kembangkan observatorium astronomi berteknologi canggih di Gunung Timau
27 November 2024 19:49 WIB, 2024
BRIN akan melakukan uji coba Observatorium Nasional Timau di pertengahan 2024
29 January 2024 17:35 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB