Emas melonjak ke tertinggi 3 bulan
Selasa, 15 Februari 2022 6:25 WIB
Emas batangan di Pabrik Logam Mulia Sekunder Shchyolkovo dari Grup Perusahaan Yuzhuralzoloto. Perusahaan, yang didirikan pada tahun 1976, mengekstraksi bijih emas dari tambang bawah tanah dan tambang terbuka. ANTARA/Sergei Fadeichev/TASS via Reuters Connect/pri. (Sergei Fadeichev/TASS via Reuter/Sergei Fadeichev)
Chicago (ANTARA) - Emas berjangka naik tajam mencapai level tertinggi tiga bulan pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), memperpanjang kenaikannya untuk sesi ketujuh berturut-turut, karena kekhawatiran seputar konflik Rusia-Ukraina mengangkat daya tarik safe-haven emas.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, melonjak 27,3 dolar AS atau 1,48 persen menjadi ditutup pada 1.869,40 dolar AS per ounce, setelah sempat mencapai puncak sesi di 1.872,80 dolar AS, level tertinggi yang pernah dicapai sejak pertengahan November.
Emas mendapat dukungan luas pada Senin (14/2/2022) karena investor memiliki kesempatan pertama mereka untuk bereaksi terhadap panggilan telepon antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Joe Biden pada Sabtu (12/2/2022) yang tidak membuahkan hasil.
"Kami mendapat pelarian ke emas saat ini karena pasar ekuitas dilanda aksi jual. Kami juga memiliki banyak data ekonomi besar yang keluar minggu ini, dan fokus utamanya adalah inflasi," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.
Indeks-indeks utama saham AS melanjutkan penurunannya di tengah kekhawatiran atas lingkungan suku bunga yang lebih tinggi dan setelah AS memperingatkan bahwa Rusia mungkin membuat dalih mengejutkan untuk serangan ke Ukraina.
"Kami percaya eskalasi situasi lebih lanjut akan menghalangi The Fed menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada Maret, karena ini dapat memicu gejolak berlebihan di pasar keuangan," kata Commerzbank dalam sebuah catatan.
Emas yang tidak memberikan imbal hasil dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi.
Baca juga: Harga emas naik 4,7 dolar
Pasar sekarang menunggu data harga produsen untuk Januari dan risalah dari pertemuan kebijakan moneter Januari bank sentral AS pekan ini.
Baca juga: Emas naik didorong meningkatnya kekhawatiran inflasi
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 47,9 sen atau 2,05 persen, menjadi ditutup pada 23,848 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 9,3 dolar AS atau 0,91 persen, menjadi ditutup pada 1.028 dolar AS per ounce.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, melonjak 27,3 dolar AS atau 1,48 persen menjadi ditutup pada 1.869,40 dolar AS per ounce, setelah sempat mencapai puncak sesi di 1.872,80 dolar AS, level tertinggi yang pernah dicapai sejak pertengahan November.
Emas mendapat dukungan luas pada Senin (14/2/2022) karena investor memiliki kesempatan pertama mereka untuk bereaksi terhadap panggilan telepon antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Joe Biden pada Sabtu (12/2/2022) yang tidak membuahkan hasil.
"Kami mendapat pelarian ke emas saat ini karena pasar ekuitas dilanda aksi jual. Kami juga memiliki banyak data ekonomi besar yang keluar minggu ini, dan fokus utamanya adalah inflasi," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.
Indeks-indeks utama saham AS melanjutkan penurunannya di tengah kekhawatiran atas lingkungan suku bunga yang lebih tinggi dan setelah AS memperingatkan bahwa Rusia mungkin membuat dalih mengejutkan untuk serangan ke Ukraina.
"Kami percaya eskalasi situasi lebih lanjut akan menghalangi The Fed menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada Maret, karena ini dapat memicu gejolak berlebihan di pasar keuangan," kata Commerzbank dalam sebuah catatan.
Emas yang tidak memberikan imbal hasil dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi.
Baca juga: Harga emas naik 4,7 dolar
Pasar sekarang menunggu data harga produsen untuk Januari dan risalah dari pertemuan kebijakan moneter Januari bank sentral AS pekan ini.
Baca juga: Emas naik didorong meningkatnya kekhawatiran inflasi
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 47,9 sen atau 2,05 persen, menjadi ditutup pada 23,848 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 9,3 dolar AS atau 0,91 persen, menjadi ditutup pada 1.028 dolar AS per ounce.
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK menyita emas hingga uang asing senilai Rp40,5 miliar pada kasus barang KW
06 February 2026 7:23 WIB
Menpora memuji Kontingen Indonesia bawa pulang 135 medali emas dari APG 2025
26 January 2026 15:22 WIB
APG 2025 - Rafli dan Novia tambah dua emas untuk Indonesia lewat para judo
23 January 2026 17:56 WIB
ASEAN Para Games 2025: Siti Alfiah sumbang emas pertama dari para renang dalam
21 January 2026 11:57 WIB
Pemerintah menargetkan empat Sekolah Garuda baru mulai beroperasi tahun ini
14 January 2026 11:22 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
BRI membantah disebut tolak pencairan dana PIP bocah yang meninggal di Ngada
12 February 2026 15:16 WIB
Mendes Yandri menerima audiensi 15 CEO perusahaan asal Inggris bahas listrik desa
12 February 2026 13:20 WIB