Lantamal VII : Satu nelayan tenggelam ditemukan meninggal
Senin, 21 Maret 2022 16:03 WIB
Komandan Lantamal VII Kupang Laksamana Pertama (Laksma) TNI Heribertus Yudho Warsono. ANTARA/Kornelis Kaha
Kupang (ANTARA) - Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lantamal) VII Kupang melaporkan bahwa satu dari sembilan nelayan yang hilang di perairan Pulau Pasir, Laut Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah ditemukan namun dalam keadaan meninggal dunia.
"Iya kejadiannya pada Minggu (20/3) kemarin dan kami juga sudah dapat informasi dari Kedutaan besar di Australia," kata Komandan Lantamal VII Kupang Laksamana Pertama (Laksma) TNI Heribertus Yudho Warsono, di Kupang, Senin, (21/3).
Hal ini disampaikannya berkaitan dengan tenggelamnya satu kapal nelayan di perairan Pulau Pasir, yang sebelumnya dilaporkan tiga orang dilaporkan selamat dan sembilan orang dinyatakan hilang.
Yudho mengatakan bahwa tim dari Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Kabupaten Rote sudah beraksi namun karena jarak dan informasi yang didapat terlambat sehingga sulit menjangkau ke lokasi yang dilaporkan kapal tersebut tenggelam.
Dengan ditemukannya satu anak buah kapal (ABK) yang hilang itu maka kini tersisa delapan orang kru kapal nelayan yang hilang termasuk nakhodanya.
Tetapi, ujar dia, pihaknya sendiri belum tahu nama dari satu kru kapal yang sudah ditemukan dalam keadaan tak bernyawa tersebut.
Ia mengatakan tiga orang kru kapal saat kapal tersebut tenggelam ditemukan oleh kapal patroli Australia kini dalam keadaan selamat.
Kini ketiga ABK itu atas nama Melki Giri, Habel Kanuk dan Riki Balu sudah berada di Australia dan sudah mendapatkan perawatan.
Sebelumnya, diberitakan kapal nelayan bernama Kuda Laut milik nelayan dari Kabupaten Rote Ndao dilaporkan tenggelam di perairan Pulau Pasir dengan koordinat 12.26.604 lintang selatan (LS) dan 121.25.307 Tenggara.
Baca juga: Sembilan nelayan NTT dilaporkan hilang di perairan Pulau Pasir, Laut Timor
Kapal yang tenggelam itu ditemukan oleh kapal Patroli Australia yang sedang berpatroli sehingga langsung menyelamatkan sejumlah nelayan yang selamat itu.
Baca juga: KMP Feri Sangke Palangga karam di Pulau Pasir, Nagekeo
"Iya kejadiannya pada Minggu (20/3) kemarin dan kami juga sudah dapat informasi dari Kedutaan besar di Australia," kata Komandan Lantamal VII Kupang Laksamana Pertama (Laksma) TNI Heribertus Yudho Warsono, di Kupang, Senin, (21/3).
Hal ini disampaikannya berkaitan dengan tenggelamnya satu kapal nelayan di perairan Pulau Pasir, yang sebelumnya dilaporkan tiga orang dilaporkan selamat dan sembilan orang dinyatakan hilang.
Yudho mengatakan bahwa tim dari Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Kabupaten Rote sudah beraksi namun karena jarak dan informasi yang didapat terlambat sehingga sulit menjangkau ke lokasi yang dilaporkan kapal tersebut tenggelam.
Dengan ditemukannya satu anak buah kapal (ABK) yang hilang itu maka kini tersisa delapan orang kru kapal nelayan yang hilang termasuk nakhodanya.
Tetapi, ujar dia, pihaknya sendiri belum tahu nama dari satu kru kapal yang sudah ditemukan dalam keadaan tak bernyawa tersebut.
Ia mengatakan tiga orang kru kapal saat kapal tersebut tenggelam ditemukan oleh kapal patroli Australia kini dalam keadaan selamat.
Kini ketiga ABK itu atas nama Melki Giri, Habel Kanuk dan Riki Balu sudah berada di Australia dan sudah mendapatkan perawatan.
Sebelumnya, diberitakan kapal nelayan bernama Kuda Laut milik nelayan dari Kabupaten Rote Ndao dilaporkan tenggelam di perairan Pulau Pasir dengan koordinat 12.26.604 lintang selatan (LS) dan 121.25.307 Tenggara.
Baca juga: Sembilan nelayan NTT dilaporkan hilang di perairan Pulau Pasir, Laut Timor
Kapal yang tenggelam itu ditemukan oleh kapal Patroli Australia yang sedang berpatroli sehingga langsung menyelamatkan sejumlah nelayan yang selamat itu.
Baca juga: KMP Feri Sangke Palangga karam di Pulau Pasir, Nagekeo
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komisi VII DPR: Aturan uang minimal bagi wisatawan mancanegara wujudkan pariwisata berkualitas
05 January 2026 16:36 WIB
Komisi VII DPR: Wacana Presiden Prabowo hendak menata kota perlu aturan hukum jelas
24 December 2025 11:50 WIB
Ketua Komisi VII DPR mendorong pemerintah perkuat akses modal UMKM tenun NTT
12 December 2025 5:43 WIB
Komisi VII DPR meminta BSN meningkatkan pengawasan SNI atasi impor ilegal
24 November 2025 13:34 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Kemenag mempercepat implementasi wajib halal di Kabupaten Sumba Timur NTT
11 February 2026 13:59 WIB
Undana dan GMIT kolaborasi perkuat ketahanan pangan dan pendidikan di NTT
09 February 2026 19:20 WIB