DPRD NTT prihatin atas kebakaran di TN Komodo
Sabtu, 4 Agustus 2018 10:36 WIB
Kebakaran hutan savana di Gili Lawa, Taman Nasional Komodo, di ujung barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Rabu (1/8) malam. (ANTARA Foto/istimewa)
Kupang (AntaraNews NTT) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan keprihatinannya atas terjadinya kebakaran di Pulau Gili Lawa, kawasan Taman Nasional (TN) Komodo.
"Kita semua tentu merasa prihatin atas kejadian tersebut, karena TN Komodo merupakan objek wisata dunia yang sangat dilindungi eksistensi, kenyamanan dan keamanannya," kata Wakil Ketua DPRD NTT Yunus Takandewa kepada Antara di Kupang, Sabtu (4/8).
Menurut dia, pemerintah mesti melakukan pembenahan manajemen pengelolaan aset wisata bersama seluruh komponen terkait, termasuk masyarakat.
Pelibatan seluruh komponen masyarakat ini penting, untuk menjamin kelestarian Taman Nasional Komodo, yang terletak di ujung barat Pulau Flores itu sebagai aset wisata.
Kebakaran hutan savana melanda wilayah Gili Lawa di Kawasan Taman Nasional (TN) Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (1/8) malam.
"Kejadiannya (kebakaran hutan savana) di Gili Lawa itu terjadi semalam," kata Kepala Balai TN Komodo Budi Kurniawan ketika dihubungi Antara dari Kupang.
Ia mengakui adanya kasus kebakaran tersebut, namun belum bisa memastikan berapa luas lahan yang terbakar tersebut. "Semuanya masih dalam pendataan," katanya.
Budi mengatakan, kebakaran tersebut bermula dari adanya laporan seorang pemandu wisata sekitar pukul 18.15 Wita. "Kami langsung merespons dengan mengerahkan petugas dari Pos Loh Sebita dan Pos Padar untuk melakukan pemadaman," katanya.
Para petugas dari dua pos tersebut dibantu tim pemadam kebakaran dari Balai TN Komodo yang terdiri dari 30 orang yang dikerahkan dari Labuan Bajo menuju tempat kejadian kebakaran sekitar pukul 22.00 Wita.
Baca juga: Polisi usut kebakaran hutan di kawasan wisata TN Komodo
Baca juga: Asita NTT: Pengawasan terhadap TN Komodo lemah
"Kita semua tentu merasa prihatin atas kejadian tersebut, karena TN Komodo merupakan objek wisata dunia yang sangat dilindungi eksistensi, kenyamanan dan keamanannya," kata Wakil Ketua DPRD NTT Yunus Takandewa kepada Antara di Kupang, Sabtu (4/8).
Menurut dia, pemerintah mesti melakukan pembenahan manajemen pengelolaan aset wisata bersama seluruh komponen terkait, termasuk masyarakat.
Pelibatan seluruh komponen masyarakat ini penting, untuk menjamin kelestarian Taman Nasional Komodo, yang terletak di ujung barat Pulau Flores itu sebagai aset wisata.
Kebakaran hutan savana melanda wilayah Gili Lawa di Kawasan Taman Nasional (TN) Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (1/8) malam.
"Kejadiannya (kebakaran hutan savana) di Gili Lawa itu terjadi semalam," kata Kepala Balai TN Komodo Budi Kurniawan ketika dihubungi Antara dari Kupang.
Ia mengakui adanya kasus kebakaran tersebut, namun belum bisa memastikan berapa luas lahan yang terbakar tersebut. "Semuanya masih dalam pendataan," katanya.
Budi mengatakan, kebakaran tersebut bermula dari adanya laporan seorang pemandu wisata sekitar pukul 18.15 Wita. "Kami langsung merespons dengan mengerahkan petugas dari Pos Loh Sebita dan Pos Padar untuk melakukan pemadaman," katanya.
Para petugas dari dua pos tersebut dibantu tim pemadam kebakaran dari Balai TN Komodo yang terdiri dari 30 orang yang dikerahkan dari Labuan Bajo menuju tempat kejadian kebakaran sekitar pukul 22.00 Wita.
Baca juga: Polisi usut kebakaran hutan di kawasan wisata TN Komodo
Baca juga: Asita NTT: Pengawasan terhadap TN Komodo lemah
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi: Jasad 15 korban kebakaran di Panti Werdha Damai Manado tak dapat dikenali
30 December 2025 7:51 WIB
Indonesia usahakan pemulangan segera jenazah WNI korban kebakaran Hong Kong
05 December 2025 17:11 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB