Vaksinasi kanker serviks secara nasional digelar tahun depan
Tangkapan layar Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin (kiri) didampingi Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Maxi Rein Rondonuwu saat menyampaikan konferensi pers virtual dalam rangka peringatan Puncak Hari Imunisasi Sedunia 2022 yang diikuti dari YouTube Kemenkes RI di Jakarta, Jumat (22/4/2022). (ANTARA/Andi Firdaus).
"Saya minta tahun depan sudah 100 persen," kata Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers virtual dalam rangka peringatan Puncak Hari Imunisasi Sedunia 2022 yang diikuti dari YouTube Kemenkes RI di Jakarta, Jumat, (22/4).
Budi mengatakan studi terkait vaksinasi HPV sudah dilakukan cukup lama dan hasilnya baik untuk mencegah risiko kanker serviks, sehingga sudah saatnya program tersebut diterapkan secara masif di Indonesia.
Vaksinasi HPV di Indonesia baru dimulai di dua provinsi dan lima kabupaten/kota di Indonesia sejak 2021, lalu diperluas di tiga provinsi dan lima kabupaten/kota pada tahun ini.
"Seperti di daerah Yogyakarta sudah dilakukan dan hasilnya baik. Kita ingin supaya ini (vaksinasi HPV) cepat diluncurkan secara nasional untuk menekan kematian ibu yang disebabkan kanker serviks, karena kematiannya semakin lama semakin naik," katanya.
Program vaksinasi HPV menyasar kelompok masyarakat dari kalangan siswi kelas 5 dan 6 sekolah dasar. Sebab sesuai aturan, vaksin diberikan sebelum peserta mengalami masa menstruasi.
"Kalau sudah menstruasi, dia (vaksin HPV) jadi tidak efektif untuk bisa mengurangi prevalensi kanker serviks. Itu sebabnya kita kejar pemberiannya ke seluruh anak di usia kelas 5 dan 6 SD," katanya.
Dalam acara yang sama, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Maxi Rein Rondonuwu mengatakan pada tahun ini program vaksinasi HPV kembali diperluas dengan menambah cakupan peserta dari delapan provinsi.
"Kita perluas tahun ini dengan menambah delapan provinsi, empat provinsi di Jawa plus Bali dan tiga provinsi di Sulawesi yang kami targetkan punya prevalensi kanker serviks terbanyak," katanya.
Baca juga: Menkes sebut vaksinasi kanker serviks dibiayai negara dan bersifat wajib
Baca juga: Satu dosis vaksin HPV berikan perlindungan kuat terhadap kanker serviks
Pewarta : Andi Firdaus
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Guru-orang tua dinilai punya peran penting dorong siswi ikut vaksinasi HPV
23 September 2025 20:25 WIB
Dokter bilang Vaksin HPV bagi laki-laki untuk cegah kanker serviks pasangannya
29 July 2024 18:00 WIB, 2024
Vaksin HPV resiliensi cegah kanker serviks sejak dini, menurut Kemenkes
02 November 2022 16:30 WIB, 2022
Menkes sebut vaksinasi kanker serviks dibiayai negara dan bersifat wajib
20 April 2022 13:03 WIB, 2022
Satu dosis vaksin HPV berikan perlindungan kuat terhadap kanker serviks
20 April 2022 11:02 WIB, 2022
Kemenkes sebut Vaksinasi wajib pencegah kanker sasar siswi kelas 5 dan 6 SD
19 April 2022 6:15 WIB, 2022
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
BEM Fisip Undana gelar lpmba debat bahasa Indoensia tingkat SMA se- Kota Kupang
15 April 2026 11:51 WIB