Emas berjangka merosot 17,6 dolar
Rabu, 11 Mei 2022 4:39 WIB
Ilustrasi: Emas batangan. (ANTARA/Shutterstock/pri).
Chicago (ANTARA) - Harga emas berjangka kembali merosot pada akhir perdagangan Selasa (Rabu, 11/5 pagi WIB), setelah dolar AS mencapai level tertinggi baru 20 tahun karena sentimen penghindaran risiko yang sebagian berasal dari kekhawatiran atas kemampuan Federal Reserve (Fed) untuk memerangi inflasi yang tinggi mendorong daya tarik safe-haven greenback.
Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, tergelincir 17,6 dolar AS atau 0,95 persen, menjadi ditutup pada 1.841,00 dolar AS per ounce.
Sehari sebelumnya, Senin (9/5/2022) harga emas berjangka anjlok 24,2 dolar AS atau 1,29 persen menjadi 1.858,60 dolar AS, setelah meningkat 7,1 dolar AS atau 0,38 persen menjadi 1.882,80 dolar AS pada Jumat (6/5/2022), dan terdongkrak 6,9 dolar AS atau 0,37 persen menjadi 1.875,70 dolar AS pada Kamis (5/5/2022).
Indeks dolar AS telah melonjak ke level tertinggi dalam dua dekade. Kegelisahan pasar tentang potensi perlambatan ekonomi AS telah menambah kekuatan dolar sebagai tempat yang aman.2
Dolar telah meningkat selama lima minggu berturut-turut karena imbal hasil obligasi pemerintah AS telah naik di tengah ekspektasi The Fed akan agresif dalam mencoba menekan lonjakan inflasi.
Sementara itu indeks optimisme Federasi Nasional Bisnis Independen yang dirilis pada Selasa (10/5/2022) berdiri di 93,2 pada April, level terendah sejak April 2020, memberi emas beberapa dukungan.
Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 39,6 sen atau 1,81 persen, menjadi ditutup pada 21,424 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 8,7 dolar AS atau 0,93 persen, menjadi ditutup pada 947,2 dolar AS per ounce.
Baca juga: Saham global dan minyak jatuh
Baca juga: Emas anjlok 24 dolar, karena investor memilih dolar
Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, tergelincir 17,6 dolar AS atau 0,95 persen, menjadi ditutup pada 1.841,00 dolar AS per ounce.
Sehari sebelumnya, Senin (9/5/2022) harga emas berjangka anjlok 24,2 dolar AS atau 1,29 persen menjadi 1.858,60 dolar AS, setelah meningkat 7,1 dolar AS atau 0,38 persen menjadi 1.882,80 dolar AS pada Jumat (6/5/2022), dan terdongkrak 6,9 dolar AS atau 0,37 persen menjadi 1.875,70 dolar AS pada Kamis (5/5/2022).
Indeks dolar AS telah melonjak ke level tertinggi dalam dua dekade. Kegelisahan pasar tentang potensi perlambatan ekonomi AS telah menambah kekuatan dolar sebagai tempat yang aman.2
Dolar telah meningkat selama lima minggu berturut-turut karena imbal hasil obligasi pemerintah AS telah naik di tengah ekspektasi The Fed akan agresif dalam mencoba menekan lonjakan inflasi.
Sementara itu indeks optimisme Federasi Nasional Bisnis Independen yang dirilis pada Selasa (10/5/2022) berdiri di 93,2 pada April, level terendah sejak April 2020, memberi emas beberapa dukungan.
Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 39,6 sen atau 1,81 persen, menjadi ditutup pada 21,424 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 8,7 dolar AS atau 0,93 persen, menjadi ditutup pada 947,2 dolar AS per ounce.
Baca juga: Saham global dan minyak jatuh
Baca juga: Emas anjlok 24 dolar, karena investor memilih dolar
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK menyita emas hingga uang asing senilai Rp40,5 miliar pada kasus barang KW
06 February 2026 7:23 WIB
Menpora memuji Kontingen Indonesia bawa pulang 135 medali emas dari APG 2025
26 January 2026 15:22 WIB
APG 2025 - Rafli dan Novia tambah dua emas untuk Indonesia lewat para judo
23 January 2026 17:56 WIB
ASEAN Para Games 2025: Siti Alfiah sumbang emas pertama dari para renang dalam
21 January 2026 11:57 WIB
Pemerintah menargetkan empat Sekolah Garuda baru mulai beroperasi tahun ini
14 January 2026 11:22 WIB