Emas berjangka terdongkrak 5,8 dolar AS
Selasa, 17 Mei 2022 4:32 WIB
Ilustrasi - Emas murni batangan. ANTARA/Shutterstock/aa. (Shutterstock/Oleksandr_Delyk)
Chicago (ANTARA) - Emas berjangka menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa, 17/5 pagi WIB), menghentikan penurunan selama dua sesi berturut-turut, karena dolar AS jatuh di tengah data ekonomi Amerika Serikat yang mengecewakan.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 5,8 dolar AS atau 0,32 persen, menjadi ditutup pada 1.814,00 dolar AS per ounce. Emas bangkit setelah tergelincir di bawah level 1.800 dolar AS pada awal sesi.
Emas berjangka jatuh 16,4 dolar AS atau 0,9 persen menjadi 1.808,20 dolar AS pada Jumat (13/5/2022), setelah anjlok 29,10 dolar AS atau 1,57 persen menjadi 1.824,60 dolar AS pada Kamis (12/5/2022), dan terangkat 12,7 dolar AS atau 0,69 persen menjadi 1.853,70 dolar AS pada Rabu (11/5/2022).
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,36 persen menjadi 104,1870.
Indeks kondisi bisnis Empire State Fed New York yang baru dirilis, ukuran aktivitas manufaktur di negara bagian, anjlok 36,2 poin menjadi negatif 11,6 pada Mei. Data ekonomi yang mengecewakan mendukung emas.
"Logam kuning sangat rentan terhadap kenaikan imbal hasil obligasi dan dolar yang lebih kuat baru-baru ini, karena bank sentral dipaksa untuk melakukan tindakan yang jauh lebih agresif," kata seorang analis.
Dengan dolar tetap menjadi favorit yang aman dan tekanan yang meningkat pada bank sentral untuk mengatasi inflasi, emas bisa tetap tidak disukai untuk sementara waktu, tambahnya.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 55 sen atau 2,62 persen, menjadi ditutup pada 21,551 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 5,4 dolar AS atau 0,58 persen, menjadi ditutup pada 925,3 dolar AS per ounce.
Baca juga: Emas jatuh 16,4 dolar karena imbal hasil AS naik
Baca juga: Emas catat hari terburuk dalam sekitar satu minggu
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 5,8 dolar AS atau 0,32 persen, menjadi ditutup pada 1.814,00 dolar AS per ounce. Emas bangkit setelah tergelincir di bawah level 1.800 dolar AS pada awal sesi.
Emas berjangka jatuh 16,4 dolar AS atau 0,9 persen menjadi 1.808,20 dolar AS pada Jumat (13/5/2022), setelah anjlok 29,10 dolar AS atau 1,57 persen menjadi 1.824,60 dolar AS pada Kamis (12/5/2022), dan terangkat 12,7 dolar AS atau 0,69 persen menjadi 1.853,70 dolar AS pada Rabu (11/5/2022).
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,36 persen menjadi 104,1870.
Indeks kondisi bisnis Empire State Fed New York yang baru dirilis, ukuran aktivitas manufaktur di negara bagian, anjlok 36,2 poin menjadi negatif 11,6 pada Mei. Data ekonomi yang mengecewakan mendukung emas.
"Logam kuning sangat rentan terhadap kenaikan imbal hasil obligasi dan dolar yang lebih kuat baru-baru ini, karena bank sentral dipaksa untuk melakukan tindakan yang jauh lebih agresif," kata seorang analis.
Dengan dolar tetap menjadi favorit yang aman dan tekanan yang meningkat pada bank sentral untuk mengatasi inflasi, emas bisa tetap tidak disukai untuk sementara waktu, tambahnya.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 55 sen atau 2,62 persen, menjadi ditutup pada 21,551 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 5,4 dolar AS atau 0,58 persen, menjadi ditutup pada 925,3 dolar AS per ounce.
Baca juga: Emas jatuh 16,4 dolar karena imbal hasil AS naik
Baca juga: Emas catat hari terburuk dalam sekitar satu minggu
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK menyita emas hingga uang asing senilai Rp40,5 miliar pada kasus barang KW
06 February 2026 7:23 WIB
Menpora memuji Kontingen Indonesia bawa pulang 135 medali emas dari APG 2025
26 January 2026 15:22 WIB
APG 2025 - Rafli dan Novia tambah dua emas untuk Indonesia lewat para judo
23 January 2026 17:56 WIB
ASEAN Para Games 2025: Siti Alfiah sumbang emas pertama dari para renang dalam
21 January 2026 11:57 WIB
Pemerintah menargetkan empat Sekolah Garuda baru mulai beroperasi tahun ini
14 January 2026 11:22 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
BRI membantah disebut tolak pencairan dana PIP bocah yang meninggal di Ngada
12 February 2026 15:16 WIB