Gunung Ili Lewotolok kembali meletus dengan ketinggian asap capai 1.000 meter
Senin, 13 Juni 2022 19:46 WIB
Petugas di pos pemantau memantau pergerakan aktivitas gunung melalui monitor di Lembata. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha
Kupang (ANTARA) - Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur kembali meletus dengan ketinggian asap mencapai 1.000 meter dalam enam jam terakhir.
"Terhitung sejak pukul 06.00 WITA sampai 12.00 WITA terdapat satu kali letusan dengan ketinggian asap berkisar antara 500-1000 meter," kata Kepala Pos Pemantau Gunung Ile Lewotolok, Stanis Ara Kian terkait dengan perkembangan gunung api Ile Lewotolok yang sejak awal Juni intensitas erupsinya cukup tinggi dan cukup mengkhawatirkan di Lembata, Senin, (13/6/2022).
Ia mengatakan bahwa secara visual selama enam jam tersebut, terdapat 12 kali letusan dengan tinggi erupsi berkisar antara 300-500 meter dan warna asap putih kelabu. "Letusan disertai dengan dentuman dan gemuruh lemah," katanya.
Jika dilihat dari kegempaan, lanjutnya, gempa tremor non-harmonik berjumlah 23 kali dengan durasi 84 sampai 237 detik.
Sementara untuk gempa vulkanik dalam berjumlah satu kali dengan durasi 6,8 detik. Sementara Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 0.5 mm (dominan 0.5 mm).
Stanis menambahkan berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh pada 8 Juni 2022 tingkat aktivitas gunung api Ile Lewotolok masih berada pada Level III atau siaga dengan rekomendasi baru yang disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini.
Dalam tingkat aktivitas Level III masyarakat di sekitar gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung, pendaki atau wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari puncak atau kawah gunung.
Kemudian radius 3,5 km untuk sektor tenggara, radius 4 km untuk sektor timur dan timur laut. Masyarakat Desa Lamawolo, Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman guguran lava pijar dan awan panas dari bagian timur puncak atau kawah gunung tersebut.
Ia mengatakan bahwa beberapa hari terakhir terjadi hujan yang lebat dan intensitas yang cukup banyak di beberapa lokasi di daerah tersebut.
Baca juga: Pemkab Lembata imbau warga waspadai longsor dari puncak Ili Lewotolok
"Masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak gunung itu agar mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar, terutama di saat musim hujan," ujarnya.
Baca juga: Pos Pemantau: Puncak kawah gunung Ile Lewotolok penuh lava
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gunung Lewotolok kembali meletus dengan ketinggian asap 1.000 meter
"Terhitung sejak pukul 06.00 WITA sampai 12.00 WITA terdapat satu kali letusan dengan ketinggian asap berkisar antara 500-1000 meter," kata Kepala Pos Pemantau Gunung Ile Lewotolok, Stanis Ara Kian terkait dengan perkembangan gunung api Ile Lewotolok yang sejak awal Juni intensitas erupsinya cukup tinggi dan cukup mengkhawatirkan di Lembata, Senin, (13/6/2022).
Ia mengatakan bahwa secara visual selama enam jam tersebut, terdapat 12 kali letusan dengan tinggi erupsi berkisar antara 300-500 meter dan warna asap putih kelabu. "Letusan disertai dengan dentuman dan gemuruh lemah," katanya.
Jika dilihat dari kegempaan, lanjutnya, gempa tremor non-harmonik berjumlah 23 kali dengan durasi 84 sampai 237 detik.
Sementara untuk gempa vulkanik dalam berjumlah satu kali dengan durasi 6,8 detik. Sementara Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 0.5 mm (dominan 0.5 mm).
Stanis menambahkan berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh pada 8 Juni 2022 tingkat aktivitas gunung api Ile Lewotolok masih berada pada Level III atau siaga dengan rekomendasi baru yang disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini.
Dalam tingkat aktivitas Level III masyarakat di sekitar gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung, pendaki atau wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari puncak atau kawah gunung.
Kemudian radius 3,5 km untuk sektor tenggara, radius 4 km untuk sektor timur dan timur laut. Masyarakat Desa Lamawolo, Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman guguran lava pijar dan awan panas dari bagian timur puncak atau kawah gunung tersebut.
Ia mengatakan bahwa beberapa hari terakhir terjadi hujan yang lebat dan intensitas yang cukup banyak di beberapa lokasi di daerah tersebut.
Baca juga: Pemkab Lembata imbau warga waspadai longsor dari puncak Ili Lewotolok
"Masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak gunung itu agar mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar, terutama di saat musim hujan," ujarnya.
Baca juga: Pos Pemantau: Puncak kawah gunung Ile Lewotolok penuh lava
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gunung Lewotolok kembali meletus dengan ketinggian asap 1.000 meter
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gunung Ili Lewotolok di Lembata meletus lontarkan api pijar 300 meter dari puncak
27 February 2026 3:06 WIB
Basarnas: 6 korban kecelakaan pesawat ATR dalam proses evakuasi SAR gabungan
22 January 2026 16:20 WIB
KNKT: Pesawat ATR pecah berhamburan usai terhambur menabrak Gunung Bulusaraung
19 January 2026 6:53 WIB
Badan Geologi: Dinding kawah Gunung Kelimutu longsor akibat curah hujan tinggi
12 January 2026 18:19 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
DJPb: Penyaluran Perlinsos di NTT mencapai Rp589,15 miliar per Februari 2026
26 March 2026 20:23 WIB