
DJPb: Penyaluran Perlinsos di NTT mencapai Rp589,15 miliar per Februari 2026

Kupang, NTT (ANTARA) - Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan mencatat penyaluran dana Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai Rp589,15 miliar hingga Februari 2026.
Kepala Kantor Wilayah DJPb Kemenkeu NTT Adi Setiawan di Kupang, Kamis, mengatakan realisasi tersebut mencerminkan percepatan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat penerima manfaat di wilayah itu.
“Hingga 28 Februari 2026 total dana bantuan sosial yang telah tersalurkan di NTT sebesar Rp589,15 miliar,” ujarnya.
la menjelaskan Perlinsos disalurkan melalui enam program bantuan sosial (bansos), yaitu bansos yatim piatu (Yapi), Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pangan nontunai (BPNT), Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra), permakanan disabilitas, dan permakanan lanjut usia (lansia).
Secara kumulatif, penerima bansos Yapi hingga Februari 2026 sebanyak 1.697 orang dengan total realisasi Rp678,80 juta.
“Bantuan Yapi sebesar Rp200.000 per bulan bagi anak penerima manfaat untuk meringankan beban biaya hidup anak,” katanya.
Sementara itu, BPNT bertujuan membantu keluarga penerima manfaat (KPM) yang tidak mampu atau rentan miskin dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
“BPNT tersalurkan Rp257,44 miliar kepada 429.059 penerima,” katanya.
Selain itu, Program Keluarga Harapan telah menjangkau 400.406 penerima dengan realisasi Rp329,89 miliar.
Ia menjelaskan sasaran PKH meliputi keluarga miskin dengan anggota ibu hamil/nifas, anak usia dini (0–6 tahun), anak sekolah (SD, SMP, SMA), lansia (70 tahun ke atas), dan penyandang disabilitas berat.
Sementara itu, program permakanan disabilitas terealisasi sebesar Rp1,10 miliar dengan menjangkau 933 penerima manfaat.
Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk makanan siap santap bergizi untuk penyandang disabilitas rentan, termasuk lansia tunggal atau penyandang disabilitas berat, yang didistribusikan setiap hari guna memastikan kecukupan nutrisi.
“Sedangkan program permakanan lansia menjangkau 48 penerima manfaat dengan realisasi anggaran Rp41,76 juta. Program ini bertujuan memenuhi kebutuhan dasar nutrisi bagi lansia tunggal atau tidak mampu, sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat ikatan sosial,” katanya.
Adapun BLT Kesra hingga Februari 2026 masih nol rupiah realisasi dan nol penerima.
Lebih lanjut, Adi menegaskan komitmen DJPb NTT untuk terus memantau penyaluran dana Perlinsos agar tepat sasaran dan tepat waktu guna mendukung kesejahteraan kelompok masyarakat penerima manfaat.
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
