Bawaslu NTT intensifkan sosialisasi pemilu
Selasa, 14 Juni 2022 6:05 WIB
Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur Jemris Fointuna. ANTARA/Benny Jahang
Kupang (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Timur mulai mengintensifkan sosialisasi di berbagai lembaga pendidikan dan perguruan tinggi guna meningkatkan partisipasi pemilih pemula dalam memberikan hak suara dalam Pemilu 2024.
"Bawaslu di NTT saat ini sudah mulai melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi untuk meningkatkan jumlah pemilih dari pemilih pemula pada Pemilu 2024," kata Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Provinsi NTT Jemris Fointuna di Kupang, Senin, (13/6/2022).
Jemris Fointuna mengatakan bahwa pemilih pemula menjadi salah satu fokus perhatian bawaslu dalam memberikan sosialisasi tentang hak-hak mereka dalam mengikuti pemilu sehingga partisipasi pemilih pemula dalam pemilu menjadi lebih banyak.
Menurut dia, sosialisasi terhadap kelompok pemilih pemula terkait dengan pelaksanaan pemilu sangat penting sehingga para pemilih mengetahui hak-haknya dan apa tujuan mereka dalam memberikan suara pada pemilu.
"Pemilih pemula yang sudah berusia 17 tahun tentu belum mengetahui secara persis apa saja yang menjadi haknya dalam pemilu sehingga bawaslu di seluruh NTT sudah mulai melakukan sosialisasi langsung ke sekolah dan perguruan tinggi," katanya.
Baca juga: Bawaslu NTT ajak warga berpartisipasi jadi pemantau pemilu
Ia menjelaskan bahwa bawaslu juga mulai melakukan sosialisasi ke kalangan pemilih pemula, khususnya bagi mantan anggota TNI/Polri yang sudah pensiun.
Baca juga: Bawaslu NTT usul anggaran Pilkada 2024 sebesar Rp376,3 miliar
Dengan makin intensifnya sosialisasi, dia berharap peserta pemilih dari pemilih pemula di Provinsi NTT makin meningkat pada pemilu serentak mendatang.
"Bawaslu di NTT saat ini sudah mulai melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi untuk meningkatkan jumlah pemilih dari pemilih pemula pada Pemilu 2024," kata Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Provinsi NTT Jemris Fointuna di Kupang, Senin, (13/6/2022).
Jemris Fointuna mengatakan bahwa pemilih pemula menjadi salah satu fokus perhatian bawaslu dalam memberikan sosialisasi tentang hak-hak mereka dalam mengikuti pemilu sehingga partisipasi pemilih pemula dalam pemilu menjadi lebih banyak.
Menurut dia, sosialisasi terhadap kelompok pemilih pemula terkait dengan pelaksanaan pemilu sangat penting sehingga para pemilih mengetahui hak-haknya dan apa tujuan mereka dalam memberikan suara pada pemilu.
"Pemilih pemula yang sudah berusia 17 tahun tentu belum mengetahui secara persis apa saja yang menjadi haknya dalam pemilu sehingga bawaslu di seluruh NTT sudah mulai melakukan sosialisasi langsung ke sekolah dan perguruan tinggi," katanya.
Baca juga: Bawaslu NTT ajak warga berpartisipasi jadi pemantau pemilu
Ia menjelaskan bahwa bawaslu juga mulai melakukan sosialisasi ke kalangan pemilih pemula, khususnya bagi mantan anggota TNI/Polri yang sudah pensiun.
Baca juga: Bawaslu NTT usul anggaran Pilkada 2024 sebesar Rp376,3 miliar
Dengan makin intensifnya sosialisasi, dia berharap peserta pemilih dari pemilih pemula di Provinsi NTT makin meningkat pada pemilu serentak mendatang.
Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK mengusut proses pengajuan dana hibah ke anggota DPRD, Ketua KPUD, dan Bawaslu
28 July 2025 14:42 WIB
KPU Mabar mengevaluasi turunnya partisipasi pemilih pada Pilkada 2024
25 February 2025 4:10 WIB, 2025
Bawaslu Mabar: Paslon bupati-wabup konsisten narasikan pilkada damai
08 October 2024 11:50 WIB, 2024