Rupiah dibuka menguat dibayangi pengetatan moneter
Kamis, 7 Juli 2022 10:46 WIB
Ilustrasi - Uang pecahan seratus ribu rupiah di sebuah bank di Jakarta. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ed/pd/aa.
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi dibuka menguat, dibayangi pengetatan kebijakan moneter yang agresif oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (Fed).
Rupiah pagi ini bergerak menguat 14 poin atau 0,1 persen ke posisi Rp14.985 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.999 per dolar AS.
Analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Revandra Aritama saat dihubungi di Jakarta, Kamis, mengatakan, penguatan rupiah pagi ini merupakan koreksi setelah kemarin sempat menembus nilai Rp15.000 per dolar AS dan mengingat dari sisi fundamental belum ada perubahan yang mendukung penguatan rupiah.
"Bahkan The Fed disebut masih akan lanjut melakukan pengetatan kebijakan secara lebih agresif apabila level inflasi masih tinggi. Akibatnya indeks dolar sempat menyentuh 107 yang merupakan nilai tertinggi selama 20 tahun terakhir," ujar Revandra.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, melonjak 1,5 persen menjadi di atas 107 poin pada Rabu (6/7), tertinggi sejak Desember 2002.
Dolar telah reli dengan beberapa pemberhentian sejak November tahun lalu di tengah taruhan kenaikan suku bunga agresif The Fed.
Revandra memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak di kisaran level Rp14.970 per dolar AS hingga Rp15.070 per dolar AS.
Baca juga: Rupiah melemah dekati level psikologis Rp15.000
Baca juga: Artikel - Mencermati dampak naiknya suku bunga Fed ke Indonesia
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah dibuka menguat, dibayangi kebijakan agresif Bank sentral AS
Rupiah pagi ini bergerak menguat 14 poin atau 0,1 persen ke posisi Rp14.985 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.999 per dolar AS.
Analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Revandra Aritama saat dihubungi di Jakarta, Kamis, mengatakan, penguatan rupiah pagi ini merupakan koreksi setelah kemarin sempat menembus nilai Rp15.000 per dolar AS dan mengingat dari sisi fundamental belum ada perubahan yang mendukung penguatan rupiah.
"Bahkan The Fed disebut masih akan lanjut melakukan pengetatan kebijakan secara lebih agresif apabila level inflasi masih tinggi. Akibatnya indeks dolar sempat menyentuh 107 yang merupakan nilai tertinggi selama 20 tahun terakhir," ujar Revandra.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, melonjak 1,5 persen menjadi di atas 107 poin pada Rabu (6/7), tertinggi sejak Desember 2002.
Dolar telah reli dengan beberapa pemberhentian sejak November tahun lalu di tengah taruhan kenaikan suku bunga agresif The Fed.
Revandra memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak di kisaran level Rp14.970 per dolar AS hingga Rp15.070 per dolar AS.
Baca juga: Rupiah melemah dekati level psikologis Rp15.000
Baca juga: Artikel - Mencermati dampak naiknya suku bunga Fed ke Indonesia
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah dibuka menguat, dibayangi kebijakan agresif Bank sentral AS
Pewarta : Citro Atmoko
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK menyita 8.000 dolar Singapura dari penggeledahan kantor KPP Madya Jakut
13 January 2026 12:42 WIB
BI: Cadangan devisa akhir November 2025 meningkat menjadi 150,1 miliar dolar AS
05 December 2025 12:13 WIB
UEA menyiapkan 5 juta dolar AS untuk kembangkan pariwisata di Pulau Komodo
08 November 2025 3:35 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Telkomsel hadirkan paket "Seru Ramadhan" untuk temani ibadah dan kebersamaan pelanggan
06 March 2026 14:33 WIB