Emas kembali di atas level 1.800 dolar
Selasa, 9 Agustus 2022 5:49 WIB
Ilustrasi - Batangan emas di Pabrik Pemisahan Emas dan Perak Austria di Wina, Austria. ANTARA/REUTERS/Leonhard Foeger/aa.
Chicago (ANTARA) - Harga emas menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa, 9/8/2022 pagi WIB), berbalik menguat dari penurunan akhir pekan lalu, menjadi kembali bertengger di atas level psikologis 1.800 dolar AS ditopang oleh greenback yang lebih lemah menjelang laporan inflasi utama Amerika Serikat.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 14 dolar AS atau 0,78 persen, menjadi ditutup pada 1.805,20 dolar AS per ounce.
Emas berjangka anjlok 15,7 dolar AS atau 0,87 persen menjadi 1.791,20 dolar AS pada Jumat (5/8/2022), setelah melonjak 30,5 dolar AS atau 1,72 persen menjadi 1.806,90 dolar AS pada Kamis (4/8/2022), dan tergelincir 13,30 dolar AS atau 0,74 persen menjadi 1.776,40 dolar AS pada Rabu (3/8/2022).
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,17 persen menjadi 106,4360, karena investor menunggu data inflasi AS yang akan durilis pada Rabu (10/8/2022), membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Emas juga menemukan dukungan tambahan dari imbal hasil obligasi pemerintah AS yang turun dan pembalikan keuntungan awal pada saham-saham AS.
Jika Wall Street dan aset-aset berisiko tetap dalam tren pasar bearish,"maka kita harus mengabaikan sinyal ini dengan risiko kita sendiri," kata analis ekuitas StoneX, Fawad Razaqzada dalam komentarnya pada Senin (8/8/2022) yang menawarkan setidaknya satu alasan untuk reli emas.
Pedagang sedang menunggu rilis indeks harga konsumen Juli, indikator inflasi utama lainnya pada Rabu (10/8/2022). Para analis memperkirakan pertumbuhan inflasi sebesar 8,7 persen untuk tahun ini hingga Juli, terhadap kenaikan 9,1 persen selama 12 bulan hingga Juni.
Jika inflasi melemah, akan menjadi sinyal keberhasilan upaya Federal Reserve dalam memerangi inflasi.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 77,2 sen atau 3,89 persen, menjadi ditutup pada 20,614 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober bertambah 13,7 dolar AS atau 1,48 persen, menjadi ditutup pada 938,40 dolar AS per ounce.
Baca juga: Emas jatuh 15,70 dolar AS
Baca juga: Rupiah menguat terhadap dolar AS
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Emas kembali di atas level 1.800 dolar, ditopang pelemahan "greenback"
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 14 dolar AS atau 0,78 persen, menjadi ditutup pada 1.805,20 dolar AS per ounce.
Emas berjangka anjlok 15,7 dolar AS atau 0,87 persen menjadi 1.791,20 dolar AS pada Jumat (5/8/2022), setelah melonjak 30,5 dolar AS atau 1,72 persen menjadi 1.806,90 dolar AS pada Kamis (4/8/2022), dan tergelincir 13,30 dolar AS atau 0,74 persen menjadi 1.776,40 dolar AS pada Rabu (3/8/2022).
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,17 persen menjadi 106,4360, karena investor menunggu data inflasi AS yang akan durilis pada Rabu (10/8/2022), membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Emas juga menemukan dukungan tambahan dari imbal hasil obligasi pemerintah AS yang turun dan pembalikan keuntungan awal pada saham-saham AS.
Jika Wall Street dan aset-aset berisiko tetap dalam tren pasar bearish,"maka kita harus mengabaikan sinyal ini dengan risiko kita sendiri," kata analis ekuitas StoneX, Fawad Razaqzada dalam komentarnya pada Senin (8/8/2022) yang menawarkan setidaknya satu alasan untuk reli emas.
Pedagang sedang menunggu rilis indeks harga konsumen Juli, indikator inflasi utama lainnya pada Rabu (10/8/2022). Para analis memperkirakan pertumbuhan inflasi sebesar 8,7 persen untuk tahun ini hingga Juli, terhadap kenaikan 9,1 persen selama 12 bulan hingga Juni.
Jika inflasi melemah, akan menjadi sinyal keberhasilan upaya Federal Reserve dalam memerangi inflasi.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 77,2 sen atau 3,89 persen, menjadi ditutup pada 20,614 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober bertambah 13,7 dolar AS atau 1,48 persen, menjadi ditutup pada 938,40 dolar AS per ounce.
Baca juga: Emas jatuh 15,70 dolar AS
Baca juga: Rupiah menguat terhadap dolar AS
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Emas kembali di atas level 1.800 dolar, ditopang pelemahan "greenback"
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK menyita emas hingga uang asing senilai Rp40,5 miliar pada kasus barang KW
06 February 2026 7:23 WIB
Menpora memuji Kontingen Indonesia bawa pulang 135 medali emas dari APG 2025
26 January 2026 15:22 WIB
APG 2025 - Rafli dan Novia tambah dua emas untuk Indonesia lewat para judo
23 January 2026 17:56 WIB
ASEAN Para Games 2025: Siti Alfiah sumbang emas pertama dari para renang dalam
21 January 2026 11:57 WIB
Pemerintah menargetkan empat Sekolah Garuda baru mulai beroperasi tahun ini
14 January 2026 11:22 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
BRI membantah disebut tolak pencairan dana PIP bocah yang meninggal di Ngada
12 February 2026 15:16 WIB
Mendes Yandri menerima audiensi 15 CEO perusahaan asal Inggris bahas listrik desa
12 February 2026 13:20 WIB