
GMIT Minta Umat Saling Menjaga

GMIT juga mengimbau tokoh-tokoh agama agar saling berkoordinasi untuk memastikan bahwa toleransi dan kerukunan antarumat tetap terjaga dan terawat..
Kupang (Antara NTT) - Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) meminta agar umat lintas beragama di Sabu Raijua, saling menjaga untuk memelihara kerukunan dan bersama-sama bersuara menuntut keadilan bagi anak-anak yang menjadi korban tindakan kekerasan.
Selain itu, GMIT juga mengimbau tokoh-tokoh agama di daerah itu, saling berkoordinasi untuk memastikan bahwa toleransi dan kerukunan antarumat tetap terjaga dan terawat dengan baik, kata Ketua Sinode GMIT Pdt. Merry Kolimon di Kupang, NTT, Selasa.
Pernyataan GMIT itu terkait kasus penyerangan terhadap anak-anak sekolah dasar (SD) Negeri Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, pada Selasa pagi sekitar pukul 08.00 WITA.
Akibat penyerangan itu, delapan murid kelas V dan kelas VI SD Negeri Sabu Barat dilarikan ke rumah sakit dan sedang menjalani perawatan instensif di Rumah Sakit Panie, karena mengalami luka serius pada bagian leher.
"Mari kita menjaga Pulau Sabu dan NTT sebagai rumah bersama. Kita tolak tegas semua tindakan memprovokasi dengan cara tidak membiarkan diri terprovokasi. Kami imbau tokoh-tokoh agama saling berkoordinasi untuk memastikan kita merawat toleransi dan kerukunan," ujarnya.
GMIT juga memohon kepada seluruh jemaat/masyarakat, terutama di Pulau Sabu untuk tidak terprovokasi.
Dalam kaitan dengan penyerangan, Gereja Masehi Injili di Timor mengencam keras penyerangan terhadap anak-anak di lingkungan sekolah pada jam belajar di Seba Pulau Sabu, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Kami mengecam dengan keras penyerangan terhadap anak-anak di lingkungan sekolah pada jam belajar di Seba Pulau Sabu, NTT. Kekerasan terhadap anak adalah kekerasan terhadap kemanusiaan," kata Merry Kolimon.
Menurut dia, kekerasan terhadap anak adalah kekerasan terhadap kemanusiaan dan tidak bisa dibenarkan.
Dalam hubungan dengan itu, GMIT meminta pemerintah dan pihak keamanan untuk bekerja dengan sungguh-sungguh mengungkap pelaku tindakan penyerangan, dan motivasinya.
"Kami minta pemerintah dan pihak keamanan bekerja dengan sungguh-sungguh mengungkap pelaku, tindakan penyerangan, dan motivasinya."
Imbauan yang sama disampaikan Ketua DPRD Sabu Raijua, Paulus Tuka, yang meminta masyarakat daerah itu, untuk tidak mengaitkan kasus penyerangan terhadap anak sekolah dengan agama tertentu atau SARA.
"Sebagai pimpinan dewan, kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Sabu, dan terutama keluarga korban, agar tidak mengkait-kaitkan kasus penyerangan dengan agama tertentu. Kita semua harus tetap tenang dan menyerahkan kasus ini kepada aparat kepolisian," tutur Paulus Tuka.
Dia meminta semua rakyat Sabu harus tetap tenang dan menjaga kerukunan hidup antarumat beragama yang sudah terjalin selama ini.
Selain itu, masyarakat tidak boleh terpencing dengan isu-isu yang dapat merusak hubungan bersaudaraan antarumat di Sabu Raijua.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
