
Perlu standarisasi kapal wisata Komodo

"Standarisasi kapal-kapal angkutan wisata ini penting diberlakukan secara tertib oleh pemerintah agar keamanan, keselamatan, dan kepercayaan wisatawan bisa terjaga," katanya di Kupang, Rabu, (26/12).
Kupang, (AntaraNews NTT) - Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Nusa Tenggara Timur Abed Frans menilai perlu ada standarisasi terhadap kapal-kapal wisata yang beroperasi melayani wisatawan di Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.
"Standarisasi kapal-kapal angkutan wisata ini penting diberlakukan secara tertib oleh pemerintah agar keamanan, keselamatan, dan kepercayaan wisatawan bisa terjaga," katanya di Kupang, Rabu, (26/12).
Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan adanya peristiwa kapal wisata KM La Hilla yang tenggelam di sekitar perairan Pulau Padar, Taman Nasional Komodo pada Sabtu 22/12/2018.
Baca juga: UNESCO soroti sampah di Taman Nasional Komodo
Baca juga: ASITA kecam pemandu wisata bermain-main dengan Komodo
Baca juga: ASITA Khawatirkan Kondisi Komodo
Seperti diberitakan sebelumnya, kapal wisata itu disewa oleh tujuh orang wisatawan domestik yang ingin berwisata ke kawasan wisata Komodo sambil menikmati liburan Natal dan tahun baru.
Dalam kejadian itu, sebanyak dua korban hilang yang diketahui bernama Dr Yudi Prayudi dan Gregorius.
Sebagai bagian dari pelaku wisata, Abed mengaku pihaknya sangat menyayangkan musibah tersebut, apalagi terjadi di Taman Nasional Komodo yang merupakan salah satu dari 10 destinasi wisata unggulan secara nasional.
Ia mengakui, masih banya kapal-kapal wisata yang berbasis di Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, tidak memiliki fasilitas standar keselamatan kapal dalam melayani wisatawan, terutama terkait aspek keamanan dan kenyamanan fisik maupun mesin kapal, peralatan keselamatan, dan lainnya.
"Aspek-aspek ini kalau diperhatikan secara baik para operator kapal maka jelas harga sewa kapal mereka juga bisa meningkat, katanya.
Abed mencontohkan salah satu kapal wisata yang yang beroperasi di Taman Nasional Komodo dengan standar fasilitas baku yakni kapal feri yang disediakan pihak PT ASDP Ferry Indonesia.
"Untuk itu kehadiran kapal feri ini sebaiknya tidak perlu dipermasalahkan teman-teman operator kapal wisata jika mereka sendiri tidak menyediakan layanan yang sesuai standar," katanya.
Baca juga: James Adam: Komodo memang istimewa
Baca juga: Formapp: Kenaikan tarif masuk ke TNK rugikan pelaku wisata
Baca juga: Menteri BUMN resmikan kapal wisata Komodo
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor:
Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
