Logo Header Antaranews Kupang

Ekspor NTT Agustus Turun 38.79 Persen

Selasa, 2 Oktober 2012 21:59 WIB
Image Print

Kupang (Antara NTT) - Nilai ekspor Provinsi Nusa Tenggara Timur Agustus 2012 sebesar 655.679 dolar AS, turun 38,79 persen atau sebesar 415.451 dolar AS dibandingkan dengan nilai ekspor Juli 2012 senilai 1.071.130 dolar AS.

Sementara volume ekspor pada Agustus tercatat sebanyak 2.688,97 ton, kata Kepala Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Timur (NTT), Ir Aden Gultom, di Kupang, Selasa.

Ia mengatakan, penurunan itu disebabkan adanya krisis di sejumlah negara Eropa, yang menekan permintaan barang-barang Indonesia di luar negeri.

Bahkan saat bersamaan walau belum terlalu signifikan impor Indonesia sedikit mengalami penurunan, bila dibandingkan total ekspor pada periode yang sama Agustus 2011 sebesar 967.335 dolar AS, maka terjadi penurunan 311.656 dolar AS.

Padahal secara nasional, neraca perdagangan Indonesia periode Agustus 2012 mencatat surplus 248,5 juta dolar AS, sedangkan secara akumulasi Januari-Agustus 2012 mencapai sekitar 496,7 juta dolar AS.

"Untuk pertama kalinya dalam tiga bulan terakhir neraca perdagangan Indonesia terbebas dari defisit," kata Kepala BPS, Suryamin, di Gedung BPS, Jakarta, Senin.

Menurut data BPS, pada Agustus 2012 ekspor Indonesia tercatat sebesar 14,12 miliar dolar AS, saat yang bersamaan impor mencapai 13,87 miliar dolar AS, sehingga terjadi surplus sekitar 248,5 juta dolar AS.

Sementara secara akumulasi Januari-Agustus 2012 nilai ekspor Indonesia mencapai 127,17 miliar dolar AS, sedangkan impor 126,67 miliar dolar AS, sehingga terjadi surplus sebesar 496,7 juta dolar AS.

Menurut Aden Gultom, umumnya ekspor NTT berupa kelompok komoditas dengan nilai ekspor terbesar pada Agustus 2012 adalah kelompok komoditas Kendaraan dan bagiannya dengan nilai ekspor sebesar 144.700 dolar AS atau 22,07 persen dari total ekspor.

Komoditas tersebut diekspor melalui beberapa pelabuhan, diantaranya pelabuhan Maumere, Atapupu, Kendidi/Reo, Tenau, dan Bandara El Tari.

"Pada Agustus 2012 pengiriman komoditas ekspor Provinsi Nusa Tenggara Timur seluruhnya dilakukan melalui Pelabuhan Atapupu sebesar 655.679 dolar AS dengan tujuan ekspor adalah negara Timor Leste dengan nilai 655.679 dolar AS," katanya.

Sementara volume dan nilai impor pada Agustus 2012, Provinsi Nusa Tenggara Timur tidak melakukan impor. Pada periode yang sama Agustus 2011, nilai impor sebesar 12.523 dolar AS.

Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki beberapa pelabuhan impor, diantaranya pelabuhan Maumere, Atapupu, Waingapu, Kalabahi, Kendidi/Reo, Tenau dan Bandara Eltari.

Pada Agustus 2012 tidak tercatat adanya pembongkaran barang yang diimpor pada pelabuhan di wilayah provinsi NTT dan saat bersamaan impor Indonesia sedikit mengalami penurunan, katanya.

Sehingga surplus yang terjadi menunjukkan kebijakan pemerintah pada hilirisasi, pembatasan impor komoditi tertentu sudah mulai menunjukkan dampak positif meski masih relatif kecil.

Direktur Statistik Distribusi BPS, Satwiko Darmesto menuturkan, surplus neraca perdagangan Indonesia masih sulit diramal apakah akan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.

"Kita berharap bisa berlanjut, tetapi tetap masih melihat perkembangan krisis di Eropa, apakah ada kemajuan yang bisa meningkatkan ekspor Indonesia ke negara-negara barat," ujar Satwiko.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026