
Dinkes Kota Data Kemungkinan DBD

Musim pancaroba di Kota Kupang dan sejumlah daerah sekitarnya telah memantik sejumlah potensi timbulnya sejumlah penyakit.
Kupang (Antara NTT) - Dinas Kesehatan Kota Kupang mulai memantau dan mendata perkembangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan sejumlah penyakit lainnya yang muncul saat perubahan musim di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam satu bulan terakhir.
"Puskesmas dan puskesmas pembantu sudah kita minta memantau dan mendata kemungkinan perkembangan penyakit-penyakit itu di wilayah kerja masing-masing untuk bisa dilakukan penanganan dini," kata Kepala Bidang Penanggulangan dan Pengamatan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Kupang Sri Wahyuningsih di Kupang, Senin.
Pemantauan dan pendataan itu dimaksud untuk mengenal dan mengetahui kemungkinan mewabahnya DBD dan sejumlah penyakit musim pancaroba lainnya di wilayah itu. "Penanganan dini harus menjadi hal penting dibanding pengobatannya. Karena itu kita mulai lakukan pemantauan," katanya.
Menurut dia, pancaroba musim di Kota Kupang dan sejumlah daerah sekitarnya telah memantik sejumlah potensi timbulnya sejumlah penyakit.
Karenanya, diharap warga untuk bisa menjaga dan selalu membersihkan lingkungan tempat tinggal dari sejumlah sampah yang memampukan air terus tergenang dan akan dijadikan sebagai sarang tempat berkembang virus serta jentik nyamuk penyebar demam berdarah dengue (DBD).
Memang secara faktual, di RSU SK Lerik dari laporan yang ada, terdapat delapan orang pasien yang dirawat dengan gejala DBD. Namun demikian, masih perlu dirampungkan pendataan itu hingga ke tingkat puskesmas dan puskesmas pembantu di wilayah tersebut agar mendapatkan satu jumlah yang jelas untuk kepentingan penanganan dan tindak lanjut . "Untuk itulah pendataan dan pengamatan sedang kita lakukan menyeluruh," katanya.
Pola gerakan 3M Plus yaitu mengubur, menguras dan menutup segala bentuk sampah dan tempat air serta menambur abate di setiap tempat air yang akan dimanfaatkan di rumah, demi menjaga kemungkinan berkembang biak jentik nyamuk tersebut. "Itu gerakan bersama di tempat tinggal di musim hujan ini," katanya.
Dia menjelaskan, pada setiap musim hujan seperti saat ini akan rentan dengan munculnya penyakit akibat perubahan suhu lingkungan. Ada beberapa jenis virus, dan bakteri yang mudah berkembang biak karena perubahan suhu, sehingga manusia rentan terinfeksi beberapa jenis penyakit pada musim ini.
Sejumlah penyakit itu antara lain, penyaklit diare yang ditandai buang air besar cair berkali-kali, sebagai akibat dari bakteri yang menginfeksi saluran usus.
Penyakit ini berpotensi muncul di musim hujan karena sumber-sumber air minum tercemar akibat banjir. Ketika terjadi banjir, biasanya sarana dan prasarana air yang terbatas akan tercemar, karena kebersihan sarana tersebut kurang terjaga.
Cara efektif mencegah penyakit diare adalah dengan mencuci tangan memakai sabun setiap akan makan dan minum serta sehabis buang hajat, merebus air minum hingga mendidih, serta berupaya menghindari tumpukan sampah di sekitar tempat tinggal.
Selain itu ada penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan oleh banyaknya genangan air yang memberikan tempat bagi berkembangnya jentik nyamuk anopheles.
Barang-barang seperti kaleng bekas, bejana, atau tempat lain yang berisi air hujan merupakan tempat ideal bagi nyamuk `aedes aegypti`, yakni nyamuk penyebar penyakit demam berdarah (DBD), untuk bersarang dan bertelur.
"Karena itulah perlu pola 3M Plus yaitu mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur, dan menutup tampungan air dengan rapat serta menambur abate," katanya.
Sanitasi lingkungan di sekitar tempat tinggal harus terus dijaga dan itu menjadi tanggung jawab seluruh warga secara bersam-sama. "DBD adalah salah satu penyakit yang penulakarannya sangat mudah dan bisa menyebab kematian. Karena itu harus diperangi bersama," kata Sri.
Pewarta : Yohanes Adrianus
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
