
Dinas Pendidikan Data Sekolah Ikut UNBK

"Saat ini petugas kita sedang menyusur sejumlah sekolah SMA/SMA/MA sederajat untuk mendata sekolah mana saja yang memang sudah siap mengikuti UNBK nanti," kata Aloysius Min.
Kupang (Antara NTT) - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Nusa Tenggara Timur masih mendata sejumlah SMA/SMK/MA di provinsi berbasis kepulauan itu untuk mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada April 2017.
"Saat ini petugas kita sedang menyusur sejumlah sekolah SMA/SMA/MA sederajat untuk mendata sekolah mana saja yang memang sudah siap mengikuti UNBK nanti," kata Sekretaris Dinas Pendidikan NTT Aloysius Min saat ditemui di Kupang, Selasa.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy telah mengeluarkan surat edaran No 1 Tahun 2017 tertanggal 10 Januari 2017 kepada gubernur dan bupati tentang pelaksanaan UNBK tahun ajaran 2016/2017.
Dalam surat tersebut Menteri meminta agar seluruh instansi pemerintah untuk mendukung pelaksanaan UNBK tersebut di daerahnya masing-masing.
Salah satu syarat sebuah sekolah yang sudah siap mengikuti UNBK, menurut Aloysius, adalah harus mempunyai paling sedikit 20 unit komputer.
"Oleh karena itu, jika memang sekolah masih kekurangan komputer maka nanti kita akan pinjam laptop untuk ditambah," tambahnya.
Dari pengalaman pada tahun 2016, saat UNBK pihaknya menilai justru sejumlah SMK yang lebih siap dibandingkan SMA, sebab sekolah-sekolah kejuruan telah memiliki peralatan seperti komputer dan yang lainnya.
Namun untuk tahun 2017 ini Aloysius mendorong agar semua SMA negeri di NTT harus terlibat dalam UNBK karena hanya dibutuhkan 20 unit komputer.
Ia mengatakan ujian Nasional rencananya akan semaksimal mungkin dilaksanakan dengan UNBK, terutama bagi jenjang pendidikan tingkat SMA/MA/sederajat.
Pemerintah pusat menargetkan sebanyak 85-90 perset peserta didik menggunakan UNBK, sedangkan sisanya masih menggunakan ujian basis kertas.
"Kita sendiri targetkan kurang lebih 100 sekolah di NTT khususnya SMK/SMA sederajat bisa mengikuti UNBK. Dan Kalau bisa lebih akan lebih baik," tambahnya.
Dia meminta semua pihak terkait untuk bersama-sama membantu mensukseskan UNBK di NTT sehingga akan semakin lebih baik. Sebab pelaksanaan UNBK tidak hanya dari dinas-dinas pendidikan, tetapi semua unsur.
Standar nasional
Ia menambahkan Kementerian Pendidikan juga mengeluarkan peraturan yang mengatur bahwa ujian sekolah (US) akan dilakukan dengan standar nasional pula.
Menurut dia, saat berlangsungnya ujian sekolah tahun ini, akan langsung diubah menjadi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan bukan lagi US.
Namun menurut dia tidak ada perbedaan yang cukup signifikan antara ujian sekolah biasa dengan yang berstandar nasional.
Ia menjelaskan dalam ujian sekolah berstandar nasional tersebut, 75 persen soal berasal dari provinsi dan 25 persen lainnya berasal dari Jakarta.
"Pekan depan dari Jakarta sudah memanggil untuk lakukan penyusunan soal," katanya dan menambahkan perubahan nama dari ujian sekolah menjadi ujian sekolah berstandar nasional tersebut merupakan cara dari pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
Disamping itu juga sistem tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan tambahan bagi siswa sekolah menengah pertama agar sudah mengetahui pelajaran yang akan diperoleh saat memasuki jenjang SMA atau sederajat. Begitu pula siswa SMA dan sederajat sudah tahu mata kuliah apa yang diajarkan saat masuk perguruan tinggi.
"Untuk penyusunan kisi-kisi USBN lanjutnya sudah selesai dilakukan pada tanggal 21 Desember 2016 tahun lalu," katanya.
Kemudian untuk penyusunan soal USBN 25 persen sudah dilakukan dari Jakarat dan telah selesai pada akhir Desember 2016 lalu.
"Tinggal saja menunggu jelang USBN baru akan didistribusikan ke setiap sekolah baik SMP dan SMA atau sederajat," tuturnya.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
