6.632 siswa SMP Kota Kupang ikuti UNBK

id UNBK

6.632 siswa SMP Kota Kupang ikuti UNBK

Sejumlah siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Sebanyak 6.632 siswa SMP di Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), ketika umat Kristiani sedang merayakan Hari Raya Paskah kedua pada Senin (22/4).
Kupang (ANTARA) - Sebanyak 6.632 siswa SMP di Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), ketika umat Kristiani sedang merayakan Hari Raya Paskah kedua pada Senin (22/4).

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Robby Ndun mengatakan ribuan siswa itu berasal dari 16 sekolah negeri dan 27 sekolah swasta di kota itu.

"Dari jumlah itu yang mengikuti ujian nasional berbasis kertas pensil (UNKP) hanya mencapai 914 pelajar yang terdiri dari empat sekolah negeri dan sembilan sekolah swasta," tambahnya.

Ia menyebutkan ada sekitar 56 SMP di ibu kota provinsi berbasis kepulauan itu pada Senin ini mulai menggelar ujian nasional. Dari 56 sekolah itu 43 di antaranya akan menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK) dan sisanya menggelar UNKP.

"Kami yakin pelaksanaannya berjalan dengan lancar karena sudah beberapa kali kami lakukan simulasi dan semua peralatan dapat bekerja dengan baik," katanya menegaskan.

Robby mengatakan bahwa pasokan listrik dan jaringan internet untuk pelaksanaan UNKB tersebut juga tak ada kendala sama sekali sampai hari H. "PLN dan Telkom sendiri memang sudah menyiapkan semuanya demi kelancaran ujian yang dilakukan pada hari ini (Senin, 22/4).

Kedua perusahaan BUMN itu juga sudah menyiapkan semua petugasnya untuk mencegah terjadinya hal yang tak dinginkan saat pelaksanaan ujian, seperti pemadaman listrik secara tiba-tiba serta gangguan jaringan internet.

Baca juga: 14. 792 siswa SD dan SMP di Kota Kupang siap UNBK
Baca juga: NTT targetkan semua sekolah sudah laksanakan UNBK pada 2020
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar