Kupang (ANTARA) - Bupati Kupang Yosef Lede mengingatkan para penjamah makanan di tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Kupang untuk memperhatikan standar gizi dari Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan untuk anak-anak di sekolah.
"Tolong ikuti pelatihan ini dengan baik, dan jadikan pelatihan ini untuk menyajikan makanan bergizi yang sesuai dengan standar gizi yang baik," katanya di Kupang, Selasa.
Hal ini disampaikannya ketika memberikan arahan kepada 250 orang penjamah makanan dari Kabupaten Kupang yang mengikuti pelatihan penjamah makanan di Kupang yang diselenggarakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Dia mengatakan para penjamah harus memperhatikan makanan yang sajikan, sehingga tidak basi dan juga tidak menimbulkan hal lain yang mengganggu kesehatan para siswa yang mengkonsumsi.
"Kalau ada seorang siswa yang konsumsi MBG lalu perutnya sakit, pasti akan langsung viral. Kalau sudah viral nanti pasti Bupatinya dipanggil, dapurnya diperiksa dan lain-lain," ujar dia.
Oleh karena itu dia berharap agar para penjamah makanan yang sudah dilatih mengikuti arahan dari sejumlah dinas terkait agar memperoleh pengetahuan yang berguna.
Lebih lanjut kata dia, keberadaan MBG itu akan memberikan dampak yang positif bagi ekonomi masyarakat di kabupaten itu, karena membuka banyak lapangan pekerjaan di daerah itu.
"Bayangkan saja satu dapur ada sekitar 40an tukang masak, nah ini artinya ada pekerjaan baru," ujar dia.
Selain itu juga membuka peluang usaha, karena kebutuhan untuk MBG seperti sayur, telur dan lainnya dibutuhkan untuk pemenuhan gizi anak.

