Logo Header Antaranews Kupang

Kadin: Rencana investasi di NTT selama forum bisnis capai Rp25 miliar

Kamis, 31 Juli 2025 10:12 WIB
Image Print
Ketua Kadin NTT Bobby Liantosaat ditemui di Kupang, Rabu. ANTARA/Kornelis Kaha

Kupang (ANTARA) - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Nusa Tenggara Timur Bobby Lianto menyebut rencana investasi yang sudah disepakati selama pelaksanaan forum bisnis dan investasi yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (28/7) tercatat sekitar Rp25 miliar.

“Jadi yang sudah deal untuk investasi ke NTT mencapai kurang lebih RP25 miliar,” katanya saat ditemui di Kupang, Rabu, di sela-sela Musyawarah Daerah (Musda) Real Estat Indonesia (REI) NTT.

Dia merinci nilai investasi pada pelaksanaan Forum Bisnis dan Investasi yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia dengan Kadin NTT serta Kadin Jawa Timur itu terdiri dari investasi penanaman 1.000 hektare jagung di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang yang dilakukan oleh PT SMJ.

“Saat ini lahannya sudah siap 500 hektare dan masih ada tambahan 500 hektare lagi nanti,” ujar dia.

Nantinya untuk penanaman jagung tersebut pihaknya melibatkan personel dari Polda NTT dan personel dari Korem 161/Wira Sakti Kupang.

Selain itu, ada pula investor dari China untuk membangun peternakan ayam ras serta ayam pedaging dengan lokasi di Kabupaten Kupang.

“Investor tersebut menyatakan Kabupaten Kupang akan menjadi percontohan dan jika berhasil akan dikembangkan juga usaha tersebut di daerah lain,” ujar Bobby.

Bobby menambahkan, dua investor tersebut langsung melakukan tanda tangan kerja sama dalam forum tersebut sehingga hasilnya langsung ada.

Sementara yang sudah deal namun belum tanda tangan perjanjian kerja sama yakni, pengiriman sapi ke Surabaya, serta pembelian ayam pedaging dari Surabaya untuk dikirim ke Sumba.

Sementara itu, Kepala BI Perwakilan Wilayah Nusa Tenggara Timur Agus Sistyo Widjajati mengatakan pelaksanaan forum bisnis investasi itu berhasil mempertemukan 97 pengusaha.

Pergelaran Forum Bisnis itu bertujuan untuk membuka akses pasar seluas-luasnya bagi pelaku usaha NTT dan Jawa Timur (Jatim) dalam mengupas potensi yang ada di setiap daerah.

“Tentu saja kita berharap agar forum bisnis itu bisa memperluas relasi atau jejaring para pelaku usaha untuk peningkatan penjualan yang berkelanjutan, penciptaan peluang investasi, serta penguatan SDM dan peran pelaku UMKM sebagai motor penggerak ekonomi daerah,” kata Agus.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026