Kupang (ANTARA) - Sebanyak 40 rumah di Desa Kalamba, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur kini menikmati penerangan listrik selama 24 jam usai inovasi tenaga surya portabel atau SuperSun diterapkan di desa itu.
Manager PLN UP2K Sumba, A. Iman Krismanto dihubungi dari Kupang, Selasa mengatakan, inovasi SuperSun merupakan sebuah inovasi kelistrikan berbasis energi surya dari PLN.
"Selama ini warga di desa itu memang kesulitan dengan akses penerangan. Tetapi kini mereka sudah dilayani oleh aliran listrik," katanya.
PLN sendiri ujar dia telah melakukan uji coba terkait inovasi SuperSUn itu pada Juni 2025, dan menunjukkan hasil yang positif sehingga dilanjutkan.
Dia menegaskan, inisiatif menerapkan inovasi tersebut merupakan komitmen PLN untuk menyediakan energi bersih dan terjangkau, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.
"Kami berharap SuperSun dapat terus dikembangkan dan diterapkan di desa-desa lain yang belum teraliri listrik. Ini adalah wujud nyata dari upaya kami dalam mewujudkan pemerataan energi untuk seluruh masyarakat," ujarnya.
General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono dikonfirmasi di Kupang, Selasa menjelaskan SuperSUN merupakan inovasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dirancang khusus untuk desa yang jauh dari jaringan listrik utama.
"SuperSun dapat beroperasi 24 jam penuh dan ramah lingkungan. Keunggulannya juga terletak pada fitur pemantauan penggunaan listrik secara daring melalui smartphone," jelas Eko.
Dia mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima masyarakat di desa tersebut sangat antusias dengan adanya inovasi itu.
"Mereka menyambut SuperSun dengan penuh kebahagiaan, karena kehadiran listrik ini tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga membawa harapan baru bagi kemajuan pendidikan dan ekonomi di desa mereka," ujar dia.
Eko mengharapkan kehadiran SuperSun dapat terus mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan di wilayah-wilayah yang selama ini belum terakses energi listrik PLN.

