Labuan Bajo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) menyambut baik rencana pembentukan Kantor Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), karena dinilai dapat membantu calon pekerja migran Indonesia (PMI).
Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng di Labuan Bajo, Kamis, mengatakan dengan adanya Kantor P4MI akan memudahkan calon PMI untuk mendapatkan pelayanan informasi, konsultasi, dan bantuan terkait penempatan dan perlindungan PMI.
"Akan memudahkan bagi warga yang ingin bekerja di luar negeri, karena Kantor P2MI di Pulau Flores hanya ada di Kabupaten Sikka," ujarnya.
Yulianus Weng menyampaikan hal tersebut menyusul rencana Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) yang akan membuka Kantor P4MI di Labuan Bajo.
Ia juga menjelaskan surat usulan pembentukan Kantor P4MI di Labuan Bajo telah disampaikan langsung kepada Menteri P2MI pada 11 Maret 2025.
"Di Labuhan Bajo juga sudah ada kantor imigrasi dan sudah ada penerbangan internasional langsung ke Singapura dan Malaysia," ujarnya.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding menyatakan pembangunan Kantor P4MI di Labuan Bajo diharapkan membantu segala kebutuhan dan melindungi masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri.
"Kami akan upayakan P4MI di sini, sehingga warga kita yang mau mendaftar tidak perlu ke Kota Kupang, Sikka atau tempat lainnya, tapi cukup di sini," katanya.
Lebih lanjut, ia juga mendorong pembentukan Migrant Center di Manggarai Barat agar mempermudah warga yang ingin bekerja ke luar negeri.
Migrant Center merupakan layanan terpadu yang menyediakan informasi komprehensif dan akurat mengenai prosedur dan peluang kerja di luar negeri.
"Kita juga akan memanfaatkan Migrant Center," katanya.

