Mataram (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) kembali menghidupkan kegiatan rumah budidaya maggot di Lingkungan Bugis, Kelurahan Bintaro, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Spv. I HSSE & Fleet Safety IT Ampenan Vrisco Harjanto melalui pernyataan resmi yang diterima di Mataram, Sabtu mengatakan, pihaknya melaksanakan kegiatan ini melalui Integrated Terminal (IT) Ampenan dalam program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Tempat Kita Rapi Asri dan Bersih "TAMPIASIH".
"Inisiasi program ini sebelumnya telah dimulai pada 2024 dan untuk tahun ini tim Pertamina IT Ampenan bersama masyarakat setempat melakukan revitalisasi dan pengembangan dikarenakan adanya peningkatan permintaan terhadap maggot di pasaran," katanya.
Menurut Pertamina, budidaya maggot ini bukan hanya sebagai peluang usaha masyarakat, tetapi juga sebagai langkah konkret pengurangan sampah organik.
Dengan semangat kolaborasi, kami berharap rumah budidaya ini menjadi lebih produktif dan berkelanjutan," ujar dia.
Budidaya maggot dinilai memiliki potensi besar sebagai solusi pengelolaan sampah organik sekaligus penyedia pakan ternak yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.
Pengembangan kembali rumah budidaya ini meliputi perbaikan fasilitas, penambahan peralatan produksi, serta pelatihan teknis budidaya maggot bagi kelompok pengelola di Lingkungan Bugis.
Ketua kelompok Tampiasih, Yuliana mengaku sangat bersyukur karena Pertamina IT Ampenan kembali membantu menghidupkan rumah budidaya maggot tersebut.
"Permintaan maggot sekarang sangat tinggi, dan dengan fasilitas yang lebih baik, kami optimis bisa memenuhi pasar sekaligus membantu mengurangi sampah di lingkungan," ujarnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyampaikan akan mendukung penuh kegiatan Rumah Budidaya Maggot.
Menurut dia, pengembangan kembali rumah budidaya maggot ini merupakan bagian dari komitmen yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penanggulangan kemiskinan, pengelolaan sampah, dan produksi yang berkelanjutan.
"Kami berharap program ini mampu memperkuat ekonomi warga sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat," ucap Ahad.
Pertamina berharap dengan pengembangan kembali program ini, produksi maggot dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal, meningkatkan pendapatan warga, dan mendorong terwujudnya lingkungan yang lebih bersih.
Program ini merupakan wujud komitmen Pertamina dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di bidang penanggulangan kemiskinan, pekerjaan layak, dan produksi berkelanjutan.

Pertamina Jatimbalinus mengembangkan rumah budidaya maggot di Mataram

Arsip foto-Petugas Pertamina bersama kelompok binaan menunjukkan produksi budidaya maggot di Lingkungan Bugis, Kota Mataram, NTB. (ANTARA/HO-Pertamina)
