Labuan Bajo (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi, dan UMKM (Disnakertranskopumkm) Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur melatih puluhan pemuda dalam pelatihan berbasis kompetensi (PBK) guna meningkatkan kompetensi dan melahirkan tenaga kerja yang andal di Labuan Bajo.
"Sebanyak 48 peserta yang kami latih ini telah lulus seleksi mengikuti PBK Balai Latihan Kerja (BLK) tahap II," kata Kepala Disnakertranskopumkm Manggarai Barat Theresia P Asmon dihubungi di Labuan Bajo, Rabu.
Dia menjelaskan para peserta terbagi dalam tiga kelas yang masing-masing 16 peserta. Ketiga kelas tersebut yakni kelas barista, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), dan housekeeping (pembersihan/penata kamar).
"Para peserta ini terseleksi dari 126 orang pelamar dan sumber pendanaan kegiatan ini dari APBD Kabupaten Manggarai Barat," ujarnya.
Dia juga menjelaskan pelatihan tersebut dilakukan guna menjawab kebutuhan industri kerja di Labuan Bajo sebagai kota pariwisata.
Para peserta nantinya tidak hanya mendapatkan pelatihan dari instruktur yang terlatih, namun akan mendapatkan pelatihan soft skills seperti mental, sopan santun, sikap, dan keramahtamahan.
"Kita sebagai pekerja harus lebih pintar membaca peluang dan kesempatan dengan lebih siap kompetensi dan selain hard skill, kompetensi soft skill juga wajib dipelajari karena prestasi kerja, bonus dan lain-lain didominasi oleh faktor itu, sehingga kelas BLK merupakan kesempatan untuk belajar kompetensi soft skill juga," katanya.
Kepada para peserta, ia menekankan bahwa dalam dunia kerja saat ini kompetensi bukan lagi pilihan, akan tetapi suatu keharusan sehingga pekerja harus memiliki banyak kompetensi.
"Bahkan tidak cukup memiliki satu kompetensi, kebutuhan dunia Kerja bergerak terus," ujarnya.
Ia berharap, para peserta dapat memanfaatkan kesempatan belajar dalam pelatihan tersebut sehingga menjadi calon tenaga kerja yang siap menghadapi tantangan dunia kerja saat ini.

