Logo Header Antaranews Kupang

Pemkab Mabar mengapresiasi kolaborasi BUMN hadirkan Fuel Terminal

Jumat, 3 Oktober 2025 08:53 WIB
Image Print
Suasana peresmian Fuel Terminal Labuan Bajo di Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (2/10/2025). (ANTARA/Gecio Viana)

Labuan Bajo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengapresiasi sinergi dan kolaborasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pertamina Patra Niaga dan PT Pelindo yang menghadirkan Fuel Terminal Labuan Bajo di Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu.

"Hari ini BUMN telah menunjukkan bahwa omong optimalisasi dan kolaborasi tidak hanya indah dalam kata-kata, tapi diwujudkan," kata Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi di Labuan Bajo, Kamis.

Ia mengatakan adanya Fuel Terminal Labuan Bajo menjawab persoalan kelangkaan bahan bakar minyak dalam musim ramai kunjungan wisatawan ke destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Labuan Bajo.

"Yang kita hadapi keterbatasan stok BBM dikala berwisata ke Labuan Bajo khususnya wisata ke laut," ujarnya.

Selain memenuhi kebutuhan BBM bagi industri pariwisata Labuan Bajo, Fuel Terminal Labuan Bajo, juga akan berdampak pada produktivitas pertanian di Kabupaten Manggarai Barat karena ketersediaan BBM bagi para petani.

"Peresmian Fuel Terminal Labuan Bajo di kawasan Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu adalah tanda pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor akan melaju begitu pesat," ungkapnya.

Ia juga mendorong agar distribusi BBM tidak hanya melalui moda transportasi darat dari Fuel Terminal Reo, Kabupaten Manggarai akan tetapi menggunakan moda transportasi laut sehingga dapat memitigasi potensi kelangkaan BBM di Labuan Bajo akibat cuaca ekstrem.

"Kami berharap Pertamina berkoordinasi dengan Pelindo dan pemerintah supaya kendala untuk pengembangan (distribusi BBM) dari hari ke hari dapat terselesaikan, mari kita bersinergi, berkolaborasi melayani masyarakat," katanya.

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga membangun Fuel Pertamina Labuan Bajo di Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu, Kabupaten Manggarai Barat,guna mendukung keberlanjutan ekonomi dan pengembangan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas (DPSP).

"Kami lakukan melalui kerja sama dan berkolaborasi melalui sinergi BUMN baik itu dengan Pelindo maupun dengan Elnusa Petrofin," kata Direktur Rekayasa dan Infrastruktur Darat PT Pertamina Patra Niaga Hari Purnomo.

Ia menyebut Fuel Terminal Labuan Bajo dibangun di atas lahan seluas 6.000 meter persegi dengan kapasitas tanki pada tahap pertama mencapai kurang lebih 500 ribu liter.

"Diharapkan nantinya di ultimate goalnya terminal ini akan memiliki kapasitas setara dengan dua juta liter, untuk menunjang tersebut ada dua filling atau dua tempat pengisian yang dilakukan untuk pengisian mobil tenki dalam rangka mendistribusikan ke lembaga penyalur dimana tadi dari sampaikan ada empat SPBU dan satu SPDN," katanya.

Secara operasi, lanjut dia, keberadaan Fuel Pertamina Labuan Bajo merupakan pendukung Fuel Terminal Reo, Kabupaten Manggarai. Pasokan energi atau bahan bakar minyak nantinya disuplai dari Fuel Terminal Reo ke Fuel Terminal Labuan Bajo sebagai persediaan tambahan atau cadangan yang disimpan untuk mengantisipasi permintaan yang tidak terduga atau fluktuasi dalam rantai pasokan.

"Ini dalam rangka memitigasi adanya beberapa kendala ketika proses distribusi dari Reo menuju Labuan Bajo dimana sering kali terkendala adanya longsor maupun adanya kondisi ketika hujan deras," ujarnya.

Ia menegaskan Pertamina berkomitmen menjaga keandalan, ketersediaan dan ketahanan energi di Labuan Bajo.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026